Konsumsi Ikan Asin Berlebihan Tingkatkan Risiko Kanker Nasofaring

Sebuah health yang baru-baru ini dilansir dari Detikcom mengungkapkan bahwa kebiasaan makan salted secara berlebihan bisa meningkatkan risk kanker nasofaring. Meski menjadi bagian dari tradisi kuliner banyak keluarga, konsumsi ikan asin yang tinggi ternyata bukan tanpa danger —terutama bila dilakukan sejak masa childhood .

Data dari tinjauan sistematis oleh Pangestu dkk. menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi ikan asin lebih dari tiga kali per bulan menghadapi risk 1,65 kali lebih tinggi terkena kanker nasofaring. Proses preservation tradisional seperti pengasinan dan pengeringan di bawah sinar matahari memicu reaksi nitrosasi, yang menghasilkan senyawa nitrosamin—zat yang bisa menyebabkan mutasi dan memicu pertumbuhan sel kanker di area kepala dan leher.

Ancaman tambahan muncul dari praktik ilegal: penelitian di pasar tradisional Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, menemukan kandungan formalin yang tinggi pada beberapa jenis ikan asin. Zat ini bersifat karsinogenik, artinya berpotensi menyebabkan kanker. Lembaga internasional IARC bahkan telah mengaitkan konsumsi makanan laut yang diawetkan dengan garam terhadap peningkatan kasus kanker stomach dan esofagus di Jepang, Amerika Serikat, dan Hawaii.

Meski demikian, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan bahwa ikan asin tidak dilarang selama bebas dari bahan kimia berbahaya. Para ahli menyarankan agar masyarakat tetap bisa menikmati makanan ini dengan moderation , serta lebih selektif memilih produk dengan processing yang terjamin. Kesadaran akan quality dan source pangan menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara tradisi dan wellness jangka panjang.

Reaksi 6

  • B
    Budi

    Baru tahu kalau ikan asin bisa seberat ini risikonya. Selama ini cuma dipikir enak dan tahan lama, padahal hidden bahayanya besar.

  • N
    Neni

    Di kampung saya ikan asin hampir tiap hari dimakan, apalagi sama nenek-nenek. Mereka bilang itu traditional , pasti aman. Ternyata nggak selalu.

  • A
    Agus

    Ini soalnya bukan cuma kebiasaan, tapi juga affordability . Ikan asin murah, tahan lama, dan gizinya cukup. Masyarakat miskin susah kalau harus ganti makanan mahal.

  • D
    Dina

    Jadi mikir ulang buat masak ikan asin tiap pagi. Tapi BPOM harus lebih aktif monitoring pasar, jangan cuma kasih saran.

  • R
    Raka

    Kandungan nitrosamin itu memang serius. Dulu belajar di biokimia, zat ini termasuk kelompok karsinogen kelas satu.

  • S
    Siti

    Bagaimana kalau dikurangi saja frekuensinya? Makan dua kali sebulan mungkin safe , asal tidak berlebihan.

Artikel ini berbasis fakta dan disusun ulang untuk tujuan pembelajaran bahasa Inggris; reaksi pembaca adalah contoh dari beragam sudut pandang.

[email protected]