Legislator desak pengawasan ikan sapu-sapu jadi bahan makanan
Anggota DPRD DKI Jakarta, Hilda Kusuma Dewi, mendorong new dalam pengawasan bahan pangan yang berpotensi membahayakan, khususnya terkait maraknya peredaran olahan makanan berbahan ikan sapu-sapu. Ia menekankan perlunya risk kesehatan yang tinggi jika ikan tersebut dikonsumsi oleh masyarakat, mengingat habitatnya di sungai yang tercemar. Hal ini disampaikan langsung saat ia mengamati operasi penangkapan ikan di aliran Kali Taman Semanan Indah, Jakarta Barat.
Hilda menjelaskan bahwa ikan sapu-sapu berkembangbiak quickly dan kerap ditemukan di lingkungan air yang mengandung polutan berat seperti timbal. Ia mencemaskan pedagang jajanan, khususnya penjual siomay, yang kedapatan menggunakan bahan baku dari ikan ini. "Dagingnya bisa membawa contamination logam berat dan bakteri, jadi sangat berbahaya," tegasnya. Ia juga menyerukan public trust agar tidak mengonsumsi produk yang tidak terjamin keamanannya.
Legislator tersebut menekankan pentingnya monitoring rutin dan koordinasi antar instansi agar ekosistem sungai tetap terjaga dan masyarakat terlindungi. Ia meminta Pemkot Jakarta Barat untuk menjadikan penangkapan ikan sapu-sapu sebagai upaya yang continuous . "Kita harus sama-sama jaga, karena ini soal keselamatan dan kebersihan lingkungan," ujarnya. Ikan yang ditangkap langsung dikubur karena memang tidak layak konsumsi.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, menyatakan belum menerima report soal praktik pengolahan ikan sapu-sapu menjadi makanan siap saji. "Sejauh ini tidak saya temukan di wilayah kami," katanya. Meski begitu, ia memastikan akan menindak tegas jika ditemukan pelanggaran, mengingat larangan tersebut sudah jelas. Iin juga menegaskan bahwa ikan ini adalah predator yang menyerap racun, sehingga konsumsinya membawa health risk serius.
Baru tahu kalau ikan sapu-sapu bisa jadi bahan siomay. Ini serious serius banget, soalnya kalau sampai masuk ke warung kecil, bahaya buat anak-anak.
Pengawasan harus diperketat, tapi jangan lupa juga soal source sumber ikan-ikan ini. Darimana mereka dapat pasokan? Harus dilacak.
Justru yang jadi concern kekhawatiran saya itu lingkungan. Kalau sungai penuh polutan, ikan sapu-sapu cuma gejala, bukan akar masalahnya.
Setiap kali dengar 'tidak ditemukan', rasanya kok kurang trust percaya. Harus ada audit mendadak ke tempat pengolahan juga.
Ikan sapu-sapu memang cepat berkembang, tapi bukan berarti boleh jadi food source sumber makanan. Harus ada edukasi buat pedagang juga.
Solusi jangka pendek: tangkap terus. Solusi jangka panjang: bersihkan river ecosystem ekosistem sungai. Dua-duanya harus jalan bareng.