Bumi Akan Jadi Superbenua Lagi, Ilmuwan: Bisa Musnahkan Manusia
Dalam ratusan juta tahun mendatang, Bumi diperkirakan akan kembali membentuk satu daratan raksasa yang disebut supercontinent . Para ilmuwan memperingatkan bahwa proses alami ini bisa membawa extreme , bahkan mengancam kelangsungan hidup manusia dan banyak spesies lain.
Sekitar 200 hingga 250 juta tahun dari sekarang, pergerakan tectonic plates akan menyatukan semua benua menjadi satu massa daratan besar, mirip dengan ancient saat Pangaea ada. Siklus ini bukan kejutan—ilmuwan menyebutnya bagian dari pola natural Bumi yang berulang setiap ratusan juta tahun.
Namun, yang menimbulkan concern bukan hanya bentuk geografis baru, melainkan climate ekstrem yang menyertainya. Simulasi dari peneliti seperti Michael J. Way dari NASA menunjukkan bahwa daratan raksasa akan membuat suhu menjadi sangat hot dan dry , terutama di wilayah yang jauh dari laut, menciptakan living yang sulit.
Selain itu, aktivitas vulkanik diperkirakan akan meningkat, melepas lebih banyak karbon dioksida ke atmosfer dan memperparah global warming secara alami. Beberapa studi bahkan memperingatkan bahwa ini bisa memicu mass extinction , terutama bagi mamalia yang tidak mampu beradaptasi. Meski process ini sangat lambat, penelitian ini mengingatkan kita bahwa Bumi selalu dalam change .
Jadi manusia mungkin sudah punah jauh sebelum ini terjadi, tapi tetap menakutkan risk risiko iklim ekstrem seperti itu.
Sulit dibayangkan bagaimana bentuk dunia nanti. Tapi report laporan ini penting untuk memahami dinamika Bumi.
Kalau semua benua menyatu, apakah laut akan jadi lebih tenang? Atau malah lebih dangerous berbahaya?
Kepunahan massal terdengar dramatis, tapi sejarah Bumi menunjukkan itu pernah terjadi berkali-kali.
Kayaknya novel dystopia berikutnya harus setting di era supercontinent superbenua.
Prosesnya slow lambat, tapi tetap mengingatkan kita bahwa tidak ada yang permanen di planet ini.