Tampil Solid di Premier League, Pemain Keturunan Indonesia Didoakan Dipanggil Timnas Belanda
Pascal Struijk, pemain defender Leeds United yang memiliki darah Indonesia, kembali menunjukkan performa solid di laga penting kontra Manchester United. Bermain penuh selama 90 menit di Old Trafford, Struijk menjadi fondasi utama lini belakang saat timnya meraih kemenangan 2-1 pada pekan ke-32 Liga Premier, Selasa (14/4/2026) dini hari WIB.
Kemenangan ini bukan hanya angka di scoreboard , tapi juga bukti nyata bahwa Struijk mampu bersaing di level tertinggi. Dua gol Leeds dicetak Noah Okafor di menit ke-5 dan 29, sementara gol hiburan Man United datang lewat sundulan Casemiro di menit ke-69. Gaya bermainnya yang tenang dan decision cepat dalam menghadang serangan lawan membuatnya disorot oleh rekan setim dan fans.
Usai pertandingan, Struijk membagikan momen itu dengan nada santai di Instagram. "Just a chill Monday night," tulisnya di unggahan @pascalstruijk, merujuk pada laga Selasa dini hari yang terasa seperti Senin malam bagi penonton di Eropa. Candaannya mendapat respons hangat dari rekan setim, termasuk Jaka Bijol yang turut berkomentar dan menyiratkan harapan agar Struijk segera mendapat panggilan dari national team Belanda.
Peluang itu kini terbuka lebar. Dengan performa yang consistently dan tekanan tinggi dari competition Liga Premier, ekspektasi terhadap Struijk terus naik. Bagi banyak penggemar, terutama yang dari Indonesia, ada rasa pride sekaligus harap agar sang pemain dipanggil, meski pilihannya nanti akan jadi decision besar antara dua negara.
Main penuh lawan Man United di Old Trafford? Itu serious serius banget levelnya. Harusnya timnas Belanda sudah lihat ini.
Tapi dia juga punya hak pilih. Kalau tetap ke Indonesia, itu akan jadi game-changer terobosan besar buat kita.
Prestasi di top league liga teratas emang nggak bohong. Tapi apakah Belanda akan ambil risiko dengan pemain keturunan?
Lihat aja gaya mainnya, calm tenang dan nggak panik. Itu karakter bek top.
Kemenangan atas Man United itu bukan keberuntungan. Itu hasil effort usaha keras dan strategi tepat.
Tapi tekanan kalau masuk timnas Belanda jauh lebih gede. Bisa handle mengatasi itu atau nggak, itu pertanyaannya.