Eksel siap berikan yang terbaik jika dipanggil timnas Indonesia
Penyerang Persija Jakarta, Eksel Runtukahu, menyatakan kesiapannya untuk memberikan langkah terbaik jika suatu hari dipanggil membela timnas Indonesia, yang kini ditangani pelatih John Herdman. Pernyataan ini muncul setelah penampilan impact besar Eksel dalam kemenangan 3-0 atas Persebaya Surabaya di pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026, di mana ia mencetak dua gol.
Dalam wawancara yang dikutip dari laman resmi I.League, Eksel mengungkapkan bahwa meskipun tidak menekan pressure pada dirinya sendiri, ia siap merespons opportunity dari Tuhan jika datang. "Saya tidak berharap untuk ke situ (Timnas). Tapi saya akan memberikan yang terbaik untuk tim, kalau memang dari Tuhan ada kesempatan buat ke Timnas, saya akan memberikan yang terbaik untuk itu," kata Eksel, menunjukkan sikap rendah hati dengan clear ambisi.
Dua gol tersebut membawa total koleksi Eksel menjadi enam gol musim ini, menjadikannya salah satu pencetak gol lokal terbanyak. Ini juga merupakan kedua kalinya ia mencatat brace musim ini, setelah sebelumnya membawa Macan Kemayoran menang atas Arema FC pada November lalu. Penampilan konsisten ini menunjukkan adanya change dalam peran dan confidence sang penyerang.
Pelatih Persija, Mauricio Souza, turut memberikan support penuh, menyebut Eksel sebagai pemain yang pantas bersaing di level timnas. "Eksel bagi saya adalah nama besar dalam pertandingan ini. Dia memiliki potensi yang luar biasa," ujarnya. Komentar ini mengemuka di tengah report bahwa timnas akan menjalani FIFA Match Day pada Juni, satu bulan sebelum tampil di Piala ASEAN 2026.
Akhirnya ada striker lokal yang main consistently secara konsisten. Ini bukan kebetulan, tapi hasil kerja keras tiap pekan.
Dia bilang nggak berharap, tapi jelas ada desire keinginan kuat di balik kata-katanya. Lucu tapi tulus.
Tapi lihat juga pressure tekanan mental kalau masuk timnas. Bukan cuma soal skill, tapi siap nggak mentalnya.
Kalau performa kecepatan speed-nya tetap begini, Herdman bakal susah abaikan. Ini bukan cuma dua gol, tapi pengaruh di seluruh lini.
Kapan pun dipanggil, yang penting jaga form kebugaran dan pola hidup. Timnas butuh pemain siap tempur, bukan cuma sekali hebat.
Apakah pelatih timnas sudah lihat full match pertandingan penuh ini? Atau cuma lihat highlight dua golnya doang?