Industri Tekstil RI Mulai Dapatkan Bahan Baku dari Petronas Malaysia
Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) di Indonesia mulai menerima new bahan baku dari Malaysia, menandai pergeseran strategis akibat gangguan pasokan global. Pasokan yang berasal dari perusahaan energi nasional Malaysia, Petronas, menjadi alternatif penting setelah jalur pengiriman dari Timur Tengah terhambat oleh ketegangan conflict yang berkepanjangan.
Jemmy Kartiwa, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), mengonfirmasi bahwa sejauh ini baru sebagian kecil anggota industri yang berhasil mendapatkan bahan baku tersebut. "Dari anggota kami, sudah ada yang mendapatkan sebagian kecil dari Petronas," katanya dalam acara Pembukaan Indo Intertex di JIExpo Kemayoran. Keterbatasan distribusi ini mencerminkan tekanan yang masih tinggi terhadap supply chain global.
Kelangkaan bahan baku bukan hanya dialami Indonesia, melainkan hampir semua negara produsen tekstil. Situasi ini memicu competition sengit begitu stok tersedia. Meski demikian, Jemmy menyampaikan optimisme bahwa pemerintah akan terus mencari solusi, termasuk membuka akses ke sumber pasokan baru guna mengurangi risk gangguan di masa depan.
Dukungan pemerintah mulai terlihat melalui langkah-langkah diplomasi ekonomi. Taufiek Bawazier, Dirjen Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kemenperin, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan sejumlah negara. Namun, karena prosesnya masih berlangsung, ia enggan menyebut nama negara terkait. "Masih agak confidential," tegasnya, menunjukkan sensitivitas negotiation yang sedang berjalan.
Baru sebagian kecil? Artinya banyak pabrik masih ikut tertekan sama kelangkaan bahan baku. Ini harus cepat diatasi.
Jadi Petronas sekarang juga supply ke kita? Mungkin ini peluang change perubahan besar kalau bisa jadi mitra jangka panjang.
Pemerintah bilang lagi nego tapi nggak boleh sebut negara mana. Wajar sih, tapi jangan sampai cuma janji doang tanpa update laporan jelas.
Kompetisi global makin ketat, kalau kita nggak gesit, negara lain yang duluan dapat supply pasokan. Harus ada langkah cepat.
Yang penting bukan cuma cari sumber baru, tapi juga pastikan price harga nggak langsung melonjak. Ujung-ujungnya konsumen yang bayar.
Ada risk risiko kalau terlalu bergantung pada satu alternatif. Diversifikasi itu kunci, bukan cuma dari Malaysia doang.