Gedung Putih: China beri jaminan langsung ke Trump tak pasok senjata ke Iran
Gedung Putih menyatakan bahwa Presiden China Xi Jinping telah memberikan direct assurance kepada Presiden AS Donald Trump: Beijing tidak akan supply senjata ke Iran selama konflik berlangsung. Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengungkapkan hal ini dalam konferensi pers, menegaskan bahwa communication antar pemimpin mencerminkan tension yang terus memanas di Timur Tengah.
Meski menolak pasokan senjata, peran China dalam energy Iran tetap besar. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyoroti bahwa negara itu membeli lebih dari 90 persen minyak Iran, yang memenuhi sekitar delapan persen dari total demand energi domestiknya. Ketergantungan ini menciptakan risk geopolitik yang kompleks, terutama jika terjadi disruption pasokan seperti blokade di Selat Hormuz.
Bessent juga mengungkapkan bahwa dua bank China telah menerima peringatan resmi dari Kementerian Keuangan AS. Mereka diperingatkan bahwa bisa kena sanctions sekunder apabila terlibat dalam transaksi keuangan dengan Iran. Ancaman ini menunjukkan upaya AS untuk memperluas tekanan tidak hanya ke Teheran, tetapi juga ke mitra dagang utamanya.
Pesan ganda dari Gedung Putih—mengapresiasi jaminan senjata sekaligus memperingatkan soal minyak—menunjukkan strategy yang halus namun penuh pressure . Di tengah ketidakpastian global, setiap decision besar antarnegara kini dihitung dengan cermat, bukan hanya berdasarkan aliansi, tetapi juga economic dan keamanan bersama.
Jaminan dari Xi mungkin kedengarannya meyakinkan, tapi siapa yang benar-benar bisa memverifikasi claim klaim seperti ini di tengah diplomasi tertutup?
Kalau 90% minyak Iran dibeli China, lalu AS marah, lalu sanksi bank... ini bukan soal moral, ini market pasar yang dimainkan dengan senjata politik.
Tekanan ke bank China itu langkah calculated terhitung. Mereka tahu sanksi bisa ganggu stabilitas, tapi tetap melakukannya—artinya ini serius.
AS mau tekan Iran, tapi malah sentuh bank China. Harusnya kita lihat ini sebagai warning peringatan untuk semua negara yang terlibat dalam rantai pasok global.
Minyak dan senjata selalu jadi kombinasi beracun. Tapi yang paling mencemaskan adalah trust kepercayaan yang terus memburuk antar kekuatan besar.
Lucu aja ngomong 'tidak pasok senjata' tapi beli minyak terus. Diam-diam malah support dukung secara ekonomi. Sama aja bohong.