Internet MyRepublic Air Diluncurkan, Kecepatan 100 Mbps Harga Rp 100.000 per Bulan
MyRepublic Indonesia secara resmi new layanan internet tanpa kabel terbarunya, MyRepublic Air, pada Selasa (14/4/2026). Berbeda dari layanan sebelumnya yang mengandalkan fiber kabel fiber optik, layanan ini menggunakan teknologi Fixed Wireless Access (FWA), yang memungkinkan pengguna mengakses high-speed hingga 100 Mbps melalui sinyal nirkabel.
Menurut Iman Syahrizal, Chief Sales & Marketing MyRepublic Indonesia, peluncuran ini mencerminkan commitment perusahaan untuk memperluas access internet di luar kota besar. "Kami percaya akses internet bukan lagi sekadar kebutuhan, tetapi fondasi untuk membuka opportunity ," ujarnya. Dengan price langganan Rp 100.000 per bulan dan tanpa batas kuota, layanan ini menargetkan konsumen di wilayah dengan infrastruktur kabel yang terbatas.
Sebelum diluncurkan, MyRepublic Air telah lulus operation test (ULO) di sembilan zona oleh Kementerian Komunikasi dan Digital. Hal ini menunjukkan network quality yang siap digunakan secara komersial. Hendra Gunawan, Chief Technology Officer perusahaan, menekankan bahwa keandalan dan konsistensi layanan sama pentingnya dengan kecepatan. "Keberhasilan lulus ULO menjadi bukti bahwa MyRepublic Air dibangun dengan high standards ," katanya.
Saat ini, layanan sudah tersedia untuk pra-registrasi di beberapa kota seperti Bali, Bandar Lampung, Pekanbaru, dan Makassar. Ekspansi bertahap akan dilanjutkan ke wilayah Region 2 dan Region 3, dengan target mencakup 180 kota. Sekitar 90 kota di antaranya sudah dipersiapkan infrastrukturnya. Masyarakat dapat mengecek availability jaringan melalui situs resmi https://www.myrepublic.co.id/air. Langkah ini menunjukkan strategic decision dalam memperluas market dan menekan kesenjangan digital secara cepat.
Harga 100 ribu untuk kecepatan 100 Mbps tanpa kuota? Ini benar-benar permainan berubah buat daerah pelosok.
Tapi jangan lupa, FWA sangat tergantung sinyal. Kalau network jaringan sering drop, cepat atau lambat trust kepercayaan pelanggan bakal hilang juga.
Akhirnya ada yang serius ekspansi ke luar Jawa. Semoga pressure tekanan biaya internet di sini benar-benar turun.
Coba cek di Pekanbaru sudah masuk belum. Aku butuh koneksi stabil buat kerja. Harapannya besar sih, tapi lihat dulu realisasinya.
MyRepublic mulai smart pintar manfaatin frekuensi 1,4 GHz setelah menang lelang. Ini strategic move langkah strategis buat kejar pasar yang belum tersentuh.
Kenapa tidak langsung seluruh wilayah? Proses bertahap selalu bikin frustration frustrasi. Tapi kalau kualitasnya bagus, mungkin masih bisa ditolerir.