Pesona Unik Justin Hubner hingga Dilabeli El Preman: Permainan Galak, tetapi Punya Banyak Penggemar
Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, dikenal karena hard dan minim kompromi saat berduel. Karakter permainan yang hingga menjurus kasar ini justru menarik attention banyak penggemar. Di balik label 'El Preman', Hubner menyisakan jejak kontroversi sekaligus ketakutan di lawan, terutama setelah aksi tekelnya dalam laga Fortuna Sittard kontra NAC Breda menyebabkan luka robek di kaki pemain lawan, Lewis Holtby.
Dalam pertandingan di Stadion Offermans Joosten, Minggu (12/4/2026), Hubner terlibat duel udara dengan Holtby. Meskipun tujuannya menyapu bola, kakinya menghantam bagian kaki lawan dan membuat sang pemain mengerang pain . Tayangan ulang menunjukkan luka terbuka yang cukup parah. Namun, wasit memilih tidak menghukum karena menilai tidak ada intent melukai, hanya usaha menyapu bola yang berakhir fatal.
Ini bukan pertama kalinya Hubner terlibat insiden serupa. Saat menghadapi Ajax Amsterdam pada Desember 2025, dia dikartu merah usai menerjang Rayane Bounida dengan tekel brutal di menit ke-50. Aksi tersebut dikritik bahkan oleh pelatihnya, Danny Buijs, yang menyebutnya sebagai stupid dan tindakan yang merugikan tim. "Dia baru masuk, tapi melakukan tekel 60 meter dari gawang? Itu harga mahal," tegas sang pelatih.
Catatan disiplin Hubner memang buruk. Di musim 2025/2026, dia sudah mengumpulkan tujuh kartu kuning dari 21 penampilan, plus satu kartu merah saat membela Timnas Indonesia melawan Arab Saudi. Saat itu, dia menerjang pemain lawan yang hendak melakukan free-kick cepat. Di luar lapangan, karakter blunt dan unggahan kontroversialnya di media sosial turut memperkuat citra 'El Preman' yang sulit ditaklukkan, meski sempat meminta maaf setelah mengunggah foto duel melawan pemain Arab Saudi.
Main hard keras boleh, tapi kalau sampai lukai lawan terus, itu bukan sportivitas lagi.
Dia memang blunt blak-blakan, tapi kadang bikin malu. Unggah foto lawan terluka? Kurang ajar!
Kalau tekel seperti itu di Liga Indonesia, langsung kena hukuman berat. Di Eropa malah bebas?
Pelatih sudah bilang itu stupid bodoh, tapi tetap dilakukan. Harusnya jadi pelajaran.
Tapi tetap disukai karena berani. Di timnas butuh pemain seperti ini, meski risk risiko tinggi.
Free-kick aja diterjang. Apa dia pikir masih main street jalanan?