Yayasan Gelar Sosialisasi Pencegahan Kanker di Lapas Perempuan Tangerang
Yayasan Pemerhati Kanker Indonesia menggelar health sosialisasi pencegahan kanker di Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang, Rabu (15/04/2026). Acara yang berlangsung di aula lapas ini bertujuan meningkatkan awareness akan deteksi dini kanker dan tumor, dua penyakit yang sering kali baru diketahui saat memasuki tahap lanjut.
Kegiatan dibuka oleh Panelista Swary Araya, Kasi Binadik Lapas Perempuan Tangerang, yang menekankan bahwa edukasi health adalah bagian tak terpisahkan dari pembinaan narapidana. "Pencegahan sejak dini adalah langkah terbaik dalam menghindari risk penyakit kanker," tegasnya, menyoroti pentingnya early deteksi bagi warga binaan yang rentan terhadap akses layanan medis.
Riksmawati dari yayasan tersebut menjadi narasumber utama, membahas jenis-jenis kanker yang umum pada perempuan, factors risiko seperti pola makan dan stres, serta langkah konkret pencegahan. Ia mendorong peserta untuk menjalani pemeriksaan rutin dan mengenali gejala early , meskipun tanpa keluhan mencolok.
Peserta, terdiri dari pegawai dan warga binaan, menanggapi dengan enthusiasm tinggi. Mereka aktif bertanya dan berdiskusi, menunjukkan minat nyata terhadap knowledge yang bermanfaat untuk kualitas hidup jangka panjang. Harapannya, informasi ini bisa menjadi bekal setelah mereka kembali ke masyarakat.
Bagus sekali acara seperti ini. Warga binaan juga punya hak atas health kesehatan, bukan hanya bebas dari penyakit tapi juga akses informasi.
Deteksi dini itu kunci. Biaya pengobatan jadi lebih ringan dan chance peluang sembuh jauh lebih besar kalau ketahuan sejak awal.
Pola hidup sehat di lingkungan terbatas seperti lapas memang menantang. Tapi edukasi bisa jadi bentuk support dukungan yang sangat berarti.
Harusnya rutin ya, bukan cuma sekali. Perubahan kebiasaan butuh pengulangan dan pendampingan.
Kanker payudara dan serviks masih jadi ancaman besar. Pencegahan lewat edukasi di tempat seperti ini sangat relevan.
Pernah lihat kasus di lapas yang terlambat ditangani. Kegiatan ini minimal bisa kurangi risk risiko keterlambatan seperti itu.