Kolaborasi Dinkes, UNICEF, dan AJI Gencarkan Pencegahan HPV dan Dukung Kesehatan Mental Remaja di Makassar
Di tengah meningkatnya risk kanker serviks akibat Human Papillomavirus (HPV), kolaborasi antara Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, UNICEF, dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar mengambil langkah nyata untuk protect remaja lewat edukasi dan imunisasi. Kegiatan ini bukan hanya soal vaksin, tapi bagian dari upaya menyeluruh untuk membangun generasi yang sehat secara fisik dan mental di era digital.
Salah satu bentuk aksi nyata adalah talkshow bertema "Edukasi Kesehatan Fisik dan Mental Remaja Sejak Dini" yang dihadiri ratusan siswa SMA, termasuk anggota Pramuka, OSIS, dan PMR. Melalui forum interaktif ini, peserta dibekali pemahaman tentang apa itu HPV, bagaimana penyebarannya, serta pentingnya prevention dini lewat imunisasi. Rencana vaksinasi akan menyasar sekitar 1.000 remaja bekerja sama dengan PKK Sulsel.
Namun, fokus tidak hanya pada tubuh. Kepala Bidang P2P Dinkes Sulsel, Muhammad Yusri Yunus, menekankan bahwa mental health remaja kini menjadi isu krusial. Tekanan akademik, tuntutan sosial, dan penggunaan gawai berlebihan menciptakan tekanan yang tak kasatmata. Kurangnya literasi membuat banyak remaja kesulitan mengenali kondisi emosional mereka sendiri, ujar psikolog Sitti Annisa M Harusi yang hadir sebagai narasumber.
Ia menyarankan agar remaja mulai belajar introspeksi: "Bercermin dan tanyakan pada diri sendiri, apa yang benar-benar kamu butuhkan?" Sebuah simple yang bisa jadi powerful besar dalam membangun ketahanan mental. Lewat kolaborasi ini, harapannya bukan hanya angka infeksi HPV yang turun, tapi juga tumbuh generasi muda yang lebih sadar, percaya diri, dan siap menghadapi pressure zaman.
Akhirnya ada program yang menyentuh mental juga, bukan cuma fisik. Anak-anak sekarang tertekan banget sama ekspektasi sekolah dan medsos.
AJI terlibat bukan cuma liputan, tapi jadi bagian dari solusi. Ini contoh public trust kepercayaan publik yang dibangun lewat aksi nyata.
Imunisasi HPV di usia remaja itu kunci. Pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan kanker nanti.
Aku ikut talkshow kemarin. Awalnya malas, tapi ternyata really beneran ngebuka mata soal gawai dan kesehatan mental.
Pertanyaan besar: apakah plan rencana vaksinasi 1000 siswa ini akan diperluas ke seluruh kabupaten? Jangan sampai hanya simbolis.
Mengenali emosi itu bagian dari self-care perawatan diri. Sayangnya, sekolah jarang ajarkan ini.