Israel Marah ke Presiden Korsel Usai Komentari Video Kontroversial di Palestina
Ketegangan diplomatik sudden muncul antara Israel dan Korea Selatan setelah Presiden Lee Jae Myung membagikan sebuah video dari tahun 2024 yang menunjukkan tentara Israel mendorong jenazah dari gedung di Tepi Barat, wilayah Palestina yang diduduki. Pemerintah Israel merespons dengan anger , menyebut unggahan itu tidak akurat dan menyinggung perasaan menjelang Hari Peringatan Holocaust.
Kementerian Luar Negeri Israel menulis di X bahwa pernyataan Lee termasuk disrespect terhadap holocaust, peristiwa yang bagi negara Yahudi merupakan luka mendalam dalam sejarah. Mereka menegaskan insiden dalam video telah diselidiki dua tahun lalu dan terjadi saat tentara menghadapi direct threat dalam operasi kontra-terorisme, serta tidak mencerminkan nilai-nilai militer Israel.
Lee kemudian mengklarifikasi bahwa ia tidak mempertanyakan holocaust, tetapi menekankan pentingnya human dignity dan hukum humaniter internasional. Ia menyatakan dukungan terhadap hak asasi manusia universal, sambil mengingatkan bahwa penderitaan satu bangsa seharusnya bisa dirasakan oleh bangsa lain. Ia juga menyoroti pentingnya menghentikan aggressive war dan menegakkan kedaulatan negara.
Kementerian Luar Negeri Korea Selatan turun tangan untuk meredam tension , menyatakan bahwa maksud presiden telah misunderstood . Mereka menekankan bahwa komentar Lee adalah soal prinsip kemanusiaan, bukan kritik spesifik terhadap Israel. Namun, Lee kembali menegaskan posisinya, menulis: "Rasa hormat harus diperoleh melalui rasa hormat"—kalimat yang menunjukkan principle kuat di balik decision .
Video lama diangkat lagi memang bisa jadi bom waktu, apalagi kalau konteksnya misunderstood salah dimengerti.
Menyinggung holocaust itu sensitif banget, tapi soal perlakuan terhadap jenazah juga soal human dignity martabat manusia. Berat dua-duanya.
Korsel biasanya hati-hati dalam politik luar negeri. Langkah Lee ini rare jarang terjadi dan menunjukkan tekanan moral yang besar.
Kalau tiap negara cuma lihat kepentingannya sendiri, gimana mau ada peace perdamaian dunia?
Israel bilang itu insiden serius yang sudah ditangani, tapi kenapa butuh dua tahun sampai dipublikasikan? Transparansi tetap jadi isu.
"Rasa hormat harus diperoleh melalui rasa hormat" — kalimat sederhana, tapi dalam. Prinsip itu harus dipegang, meski ada tekanan.