Liam Rosenior Yakin Tetap Bertahan di Chelsea Meski Tren Negatif
Meski Chelsea sedang mengalami trend negatif dengan menelan empat kekalahan beruntun, manajer Liam Rosenior tetap yakin akan masa depannya di Stamford Bridge. Pelatih berusia 41 tahun itu menyatakan dirinya tidak merasa pressure untuk mundur, karena telah menerima jaminan langsung dari petinggi klub atas posisinya saat ini.
Rentetan hasil buruk tersebut semakin diperparah oleh mandulnya lini attack , yang gagal mencetak satu gol pun selama empat pertandingan Premier League terakhir. Kekalahan 1-0 dari Manchester United di kandang sendiri menjadi puncak frustrasi, membuat The Blues terperosok di peringkat keenam klasemen dengan 48 poin dari 33 laga. Mereka kini tertinggal tujuh angka dari batas akhir zona Liga Champions.
Rosenior, yang baru ditunjuk awal 2026 setelah membawa Strasbourg tampil mengejutkan di Ligue 1, datang dengan kontrak jangka panjang selama enam setengah tahun. Hal ini menunjukkan bahwa klub memiliki vision jangka panjang, bukan hanya fokus pada hasil sesaat. Ia menegaskan bahwa dukungan dari manajemen sangat kuat, bahkan dalam komunikasi harian dengan para director olahraga.
Namun, sang manajer juga menyadari bahwa kepercayaan itu harus dibayar dengan performance di atas lapangan. "Kami mengandalkan mereka. Kami sadar kami perlu memenangkan pertandingan saat ini," ujarnya. Dengan sisa musim yang krusial, tekanan untuk segera memperbaiki form terus meningkat, meski dukungan di belakang tetap stabil.
Empat kekalahan tanpa gol? Itu bukan hanya soal trend tren, tapi alarm merah buat lini depan.
Manajemen bilang percaya, tapi suporter pasti mulai doubt ragu. Dukungan tanpa hasil itu bisa jadi bumerang.
Kontrak enam setengah tahun di era modern? Itu commitment komitmen besar. Tapi apakah fans sabar sampai proyek selesai?
Rosenior tenang, tapi pemain kelihatan kehilangan confidence kepercayaan diri. Beda level kalau mental udah jatuh.
Masih di peringkat 6. Bisa lolos ke Eropa, kok ribut. Panic berlebihan dari media.
Dukungan manajemen itu penting, tapi hasil di lapangan adalah reality kenyataan. Tidak bisa ditutupi selamanya.