Rossiner Akui Kekalahan Chelsea dari City Akibat Runtuhnya Mental di Babak Kedua

Kekalahan memalukan 0-3 dari market Liga Primer terhadap Manchester City membawa luka mendalam bagi Chelsea dan manajernya, Liam Rossiner. Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Stamford Bridge pada Minggu malam, tim tamu menguasai pertandingan sejak awal babak kedua, mencetak tiga gol dalam lima menit pertama setelah jeda. Hasil ini membuat poin Chelsea terpaku di angka 48 dari 32 laga, tertahan di peringkat keenam dan terus menunjukkan change performa yang tidak stabil sepanjang musim.

Sementara itu, kemenangan ini memperkuat posisi City dengan 64 poin dari 31 pertandingan, mempersempit jarak menjadi enam poin dari pemimpin klasemen Arsenal yang memiliki 70 poin dari jumlah pertandingan yang sama. Dalam konferensi pers pasca-laga, Rossiner tidak menghindar dari tanggung jawab dan mengakui bahwa timnya gagal merespons tekanan dengan baik. "Kami tidak memulai babak kedua dengan benar, dan mereka langsung menguasai setengah lapangan kami. Kami punya peluang untuk membersihkan bola, tapi tidak berhasil," ujarnya dengan nada suram.

Rossiner menyoroti risk yang muncul saat tim kehilangan fokus di momen krusial. "Ini bukan kali pertama terjadi dalam sebulan terakhir. Saat menghadapi tim besar, kami harus tetap solid setelah tertekan. Tapi babak kedua menunjukkan kurangnya trust diri yang jelas," tambahnya. Ia menekankan bahwa kekalahan bukan hanya soal skor, tapi juga soal mentalitas dan kemampuan untuk bangkit setelah menghadapi pressure .

Meski mengakui kualitas City yang sedang bersaing memperebutkan gelar juara, Rossiner menegaskan bahwa Chelsea dituntut untuk tampil lebih baik, terutama dalam laga-laga besar. "Kita dituntut menang di laga seperti ini. Kesalahan kecil mengubah jalannya pertandingan," katanya. Ia juga menyayangkan peluang yang gagal dimaksimalkan oleh Mark Kokorela, yang menurutnya bisa mengubah decision emosional tim jika berhasil. "Kita harus lebih tangguh. Bahkan saat tertinggal, kita harus tetap ada dalam pertandingan. Itu yang paling saya sesali."

Komentar 6

  • D
    DionWijaya

    Performa babak kedua benar-benar quickly runtuh. Dari solid jadi kacau dalam 5 menit. Ini bukan soal teknik, tapi mental.

  • L
    LinaKartika

    City memang sedang dalam new tren terbaik mereka, tapi Chelsea harus mulai evaluasi besar. Ini bukan kebetulan lagi.

  • B
    BimaSR

    Rossiner terlalu sering pakai alasan 'tim kuat' dan 'tekanan'. Tim besar harusnya justru support di saat seperti ini, bukan malah tumbang.

  • R
    Rama89

    Kokorela harusnya jadi pembeda, tapi peluangnya sia-sia. Kalau itu gol, mungkin report pasca-laga bakal beda.

  • N
    NadiaPutri

    6 poin dari Arsenal dan City di depan... Chelsea kayaknya cuma bisa berebut tiket market Eropa musim depan deh.

  • J
    JokoPurnomo

    Pertanyaannya simpel: bisa nggak mereka bangkit sebelum musim berakhir? Karena kalau tidak, semua risk ini akan berulang.