Kasus DBD Naik, Bupati Lamandau Serukan Gerakan Massal Lawan Nyamuk Penyebab KLB
Kasus DBD di Kabupaten Lamandau melonjak, mendorong Bupati Rizky Aditya Putra mengeluarkan seruan darurat kepada seluruh masyarakat. Melalui Dinas Kesehatan, pemerintah daerah meminta warga meningkatkan awareness menyusul tren peningkatan infeksi sepanjang 2026, terutama saat musim penghujan yang menjadi kondisi ideal bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak.
Untuk mencegah outbreak (KLB), Bupati menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam memutus mosquito . Langkah utama yang digalakkan adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan metode 3M Plus: menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, mendaur ulang barang bekas, serta menambahkan tindakan pencegahan tambahan yang disebut sebagai bagian dari 'Plus'.
Program G1R1J (Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik) juga diaktifkan kembali, mendorong setiap rumah tangga melakukan pemeriksaan jentik minimal seminggu sekali. Tindakan tambahan seperti penggunaan larvasida, kelambu, dan menghindari pakaian tergantung di kamar menjadi bagian dari upaya kolektif. Bupati menegaskan bahwa fogging hanya solusi sementara, bukan langkah utama.
Instansi pemerintah, perusahaan swasta, sekolah, dan tempat ibadah diminta turut menjaga kebersihan lingkungan dan rutin memeriksa genangan air. Fasilitas kesehatan juga diminta siap siaga merawat pasien DBD. Masyarakat diimbau segera mencari medical bila mengalami gejala seperti demam tinggi mendadak, nyeri kepala, dan nyeri otot — tanda awal yang tidak boleh diabaikan.
3M sudah lama dikenal, tapi consistency konsistensi di lapangan yang selalu jadi masalah. Harapannya kali ini ada tindak lanjut, bukan cuma imbauan.
Di daerah saya juga mulai ramai kasus dengue demam berdarah. Anak tetangga baru dirawat semalam. Harus lebih serius ini.
Fogging habiskan dana besar, tapi efeknya temporary sementara. Lebih baik fokus ke pencegahan mandiri di rumah.
G1R1J dulu aktif banget, sekarang hampir hilang. Perlu revival kebangkitan gerakan seperti ini dari kampung.
Kenapa selalu menunggu kasus naik dulu baru ada gerakan? Ini pola yang repetitive terus berulang setiap tahun.
Lingkungan kerja juga harus ikut andil. Kantor saya belum pernah ada pemeriksaan larvae jentik rutin, padahal ada banyak pot air.
Pesan penting: jangan tunggu demam tinggi dulu baru ke puskesmas. Gejala awal harus langsung action ditindak.