Dokter: Cegah penyakit campak lewat imunisasi
Di tengah meningkatnya jumlah kasus suspect campak di Indonesia, dokter dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Shofa Nisrina Luthfiyani, menegaskan bahwa vaccination tetap menjadi langkah paling efektif untuk prevent penyakit ini. Ia menjelaskan bahwa vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) tidak hanya melindungi individu, tetapi juga membantu menciptakan kekebalan kelompok di tengah public .
Gejala awal campak umumnya dimulai dengan fever tinggi, disertai batuk, pilek, dan mata merah. Dalam beberapa hari berikutnya, muncul ruam kemerahan yang menyebar dari wajah dan telinga ke seluruh tubuh. Salah satu tanda khas yang jarang diketahui adalah adanya bercak putih di dalam mulut, yang dikenal sebagai bercak Koplik. Dini mengenali gejala ini bisa menyelamatkan nyawa.
Penyakit ini menular melalui droplets saluran pernapasan saat penderita batuk atau bersin. Virusnya bisa bertahan di udara dan permukaan benda, sehingga risk penularan sangat tinggi, terutama bagi anak-anak yang belum divaksin, orang dewasa tanpa riwayat imunisasi, dan mereka dengan immune system lemah. Komplikasinya pun serius—mulai dari pneumonia hingga brain inflammation .
Upaya early detection dan penanganan cepat sangat penting. Masyarakat diminta segera ke fasilitas kesehatan jika muncul demam lebih dari tiga hari, ruam luas, sesak napas, atau penurunan awareness . Dengan kombinasi imunisasi optimal, hygiene pribadi, dan kesadaran kolektif, penyebaran campak bisa dikendalikan. RSUI sendiri menyediakan layanan pemeriksaan infeksi dengan dukungan tenaga medis profesional.
Anak saya pernah kena ruam tiba-tiba setelah demam tinggi, untungnya bukan campak. Tapi sejak itu saya lebih disiplin soal vaccination imunisasi.
Di desa kami masih banyak yang takut vaksin. Padahal risk risiko kena campak jauh lebih besar daripada efek samping vaksin.
Bercak Koplik itu penting banget sebagai tanda dini. Sayangnya banyak orang tua yang nggak tahu. Perlu lebih banyak edukasi public publik.
Kalau sudah ada gejala sesak napas atau kesadaran menurun, itu darurat. Jangan tunggu lama, langsung ke UGD. Deteksi dini benar-benar kunci.
Pemerintah harus lebih aktif sosialisasikan data Kemenkes. Puluhan ribu kasus itu bukan angka kecil, tapi banyak yang masih anggap campak penyakit biasa.
Virusnya kuat dan menyebar cepat. Masker dan cuci tangan tetap penting, tapi vaccination vaksin tetap jadi benteng utama.