Dari Dipecat Dua Kali ke Restoran Hits di New York: Kisah Bakhrani dan Nishaan

Dua kali decision PHK dari posisi manajemen produk justru menjadi titik balik hidup Bakhrani, seorang imigran Pakistan-Amerika yang kini sukses membuka restoran bernama Nishaan di East Village, New York City. Setelah kehilangan pekerjaan, ia tidak menyerah, melainkan memilih jalur change radikal: banting setir ke dunia kuliner. Restoran yang kini menjadi sorotan itu menghadirkan perpaduan unik antara makanan Pakistan dan Amerika, mencerminkan identitas ganda yang ia trust dan rayakan.

Meski jam kerjanya kini jauh lebih panjang dibandingkan saat masih di dunia korporat, Bakhrani merasakan freedom yang tak ternilai: kendali penuh atas ide dan eksekusi. "Di sini, saya punya ide, saya bisa menyelesaikannya dalam seminggu," katanya, menyoroti perbedaan besar antara response cepat di bisnisnya sendiri versus birokrasi lambat di perusahaan besar. Tanpa rapat tanpa akhir atau pressure dari atasan, ia bisa langsung mewujudkan kreativitasnya di dapur.

Menu Nishaan terinspirasi dari pengalaman tumbuh di lingkungan multikultural di Devon, tempat ia terpapar masakan India, Polandia, Bosnia, hingga Meksiko. Inilah yang membuat filosofinya di dapur tanpa rules kaku. Ia menciptakan sandwich chapli kebab dengan saus tomat dan mayones, memperkaya saus spageti kemasan dengan bawang dan cabai, hingga meracik Pakistani chopped cheese dengan keju pepper jack dan chutney asam jawa. "Saya orang Pakistan, saya orang Amerika. Saya akan merangkul sebagian dari keduanya," ujarnya, menegaskan identity kuliner yang menjadi impact budaya dari karyanya.

Perjalanan ini tidak mudah. Setelah terkena PHK, Bakhrani sempat berjualan keliling di Dallas, Chicago, dan New Jersey. Pada 2024, ia tampil di acara competition populer "The Great Food Truck Race" dan berhasil memenangkan bagian dari hadiah US$ 50.000. Dana itu menjadi support krusial untuk membuka restoran fisik. Dengan total biaya sekitar US$ 70.000, Nishaan resmi dibuka pada Agustus dan dalam beberapa bulan menghasilkan revenue hampir dua kali lipat dari modal awal—mencapai US$ 140.000 pada November.

Komentar 6

  • B
    BudiSantoso

    Bayangin, dari dipecat dua kali sampai punya restoran di NYC. Ini real film-level comeback.

  • L
    LinaK

    Pakai uang hadiah kompetisi buat buka toko fisik, bukan beli mobil atau liburan. Ini decision yang sangat strategis.

  • C
    ChefAde

    Pakai saus kemasan terus dikreasikan? Justru itu jenius. Bukan soal kemurnian, tapi creativity dan rasa.

  • D
    DianPR

    Pendapatan US$ 140.000 dalam hitungan bulan? Itu pressure buat tetap konsisten, tapi juga bukti pasar menyukai konsepnya.

  • F
    Fariz

    Cerita dia tentang dua budaya itu yang bikin berbeda. Bukan cuma makanan, tapi juga story di baliknya.

  • T
    TaniaM

    Kalau ide bisa dieksekusi dalam seminggu, itu freedom yang nggak bisa dibeli di korporat. Tapi risiko juga besar, semua di pundak sendiri.