Iskandar Zulkarnain Tantang Anak Didiknya Tampil Gemilang di Piala Uber 2026

Jelang Piala Uber 2026 di Horsens, Denmark, pelatih kepala tunggal putri Malaysia, Iskandar Zulkarnain Zainuddin, melemparkan challenge langsung kepada anak didiknya: kalahkan pemain terbaik dunia. Meski terdengar sederhana, pesan ini membawa pressure dan harapan besar, terutama mengingat posisi Malaysia yang tidak diunggulkan. Turnamen akan berlangsung dari 24 April hingga 3 Mei, dan Malaysia tergabung dalam Grup B bersama Jepang, Turki, dan Afrika Selatan.

Iskandar menaruh kepercayaan pada tiga pemain utama: K Letshanaa, Wong Ling Ching, dan Goh Jin Wei. Wong Ling Ching menunjukkan progress nyata setelah mengalahkan Zhang Beiwen dari Amerika Serikat di Orleans Masters bulan lalu. Ia juga tampil kuat di Thailand Masters Februari lalu, meski akhirnya kalah dari Jin Wei di semifinal—sebuah result yang menunjukkan peningkatan level.

K Letshanaa pun datang dengan momentum positif, usai naik tiga peringkat ke posisi 34 dunia. Iskandar mencatat semangat tim sangat tinggi setelah Kejuaraan Asia. "Mereka meminta sesi latihan tambahan," katanya, sebuah tanda commitment yang sulit diabaikan. Meski expectations secara umum masih rendah, peluang untuk menembus perempat final—yang terakhir kali diraih Malaysia pada 2010—kini terasa lebih nyata.

Namun, pelatih itu menekankan pentingnya menjaga keseimbangan mental. "Saya tidak ingin memberi extra pressure pada mereka," ujarnya. Targetnya jelas: tampil kompetitif dan mengambil pengalaman dari setiap pertandingan melawan pemain peringkat 10 besar. Bagi Malaysia, mencapai perempat final bukan hanya soal achievement , tapi juga tentang belief —bahwa mereka bisa bersinar meski bukan favorit.

Reaksi 6

  • D
    DianSM

    Tantangan yang bagus, tapi tekanan mental bisa jadi deciding factor kalau tidak dikelola dengan baik.

  • J
    JohanP

    Wong Ling Ching emang sedang naik daun. Kalau bisa konsisten, dia bisa bikin kejutan besar.

  • L
    Lia_94

    Pelatihnya pinter ngasih motivasi tanpa beban. Nggak langsung bilang "menang", tapi fokus ke growth dan pengalaman.

  • A
    AriefBadai

    16 tahun tanpa perempat final... rasanya campur aduk antara harap dan waswas.

  • N
    NinaTB

    Grup B berat banget. Tapi justru lawan kuat yang bikin pemain muda cepat develop .

  • B
    BudiMalaya

    Yang penting jangan terlalu mikirin hasil. Nikmati prosesnya dulu, biar mentalnya kuat. Kepercayaan diri itu kunci.

Artikel ini berbasis fakta dan disusun ulang untuk tujuan pembelajaran bahasa Inggris; reaksi pembaca adalah contoh dari beragam sudut pandang.

[email protected]