Pernah Juara di Denmark, Indonesia Pas Main di Thomas Cup 2026?

Tim bulutangkis Indonesia membawa kenangan manis dari tanah Denmark. Kemenangan di Thomas Cup 2020 yang digelar di Aarhus menjadi bukti bahwa new bisa lahir dari tempat yang sama. Kini, dengan turnamen kembali digelar di Horsens pada 24 April hingga 3 Mei 2026, muncul harapan untuk mengulang sejarah manis tersebut.

Ketika itu, Merah Putih menghentikan dominasi China dengan kemenangan telak 3-0 di final, sekaligus mengakhiri pressure panjang sejak terakhir kali juara pada 2002. Kemenangan ini bukan sekadar soal trofi, tetapi juga soal confidence yang pulih setelah belasan tahun menunggu.

Hendra Setiawan, yang kini bertugas sebagai pelatih ganda putra setelah menjadi bagian dari tim juara, menyebut ada sesuatu yang spesial dari suasana di Denmark. "Hmm, cocok. Itu juara terakhir, kan?" katanya dengan nada santai. Ia menyebut atmosphere dan kecepatan permainan sebagai faktor pendukung. "Biasanya kalau di Denmark Open, bola agak kencang. Itu kesukaan Indonesia," tambahnya, merujuk pada gaya bermain fast yang menjadi ciri khas timnas.

Dengan modal pengalaman dan history positif di negeri Skandinavia, harapan kini tertuju pada Fajar Alfian dkk. Untuk bisa kembali mengangkat Piala Thomas, mereka tak hanya butuh performa tinggi, tetapi juga consistency dan dukungan dari seluruh pecinta bulutangkis Tanah Air.

Reaksi 6

  • D
    Dede_Biru

    Atmosfer Denmark emang beda, tapi jangan lupa pressure juga makin gede kalau punya beban juara bertahan

  • N
    Nisa_Tunggal

    Semoga Fajar/Rian bisa menjaga performa consistently , soalnya di turnamen besar kadang naik-turun

  • P
    Pak_Bejo

    Bola kencang di Denmark memang cocok buat kita, tapi lawan juga makin pintar baca pola fast

  • J
    Joko_Raharjo

    Hendra bilang cocok, tapi apakah new punya mental juara kayak dulu?

  • L
    Lintang_PM

    Aarhus 2020 itu kejutan manis, tapi buat 2026 butuh lebih dari sekadar harapan — butuh strategy matang

  • S
    Sari_Ganda

    Yang penting jangan sampai lengah. Kemenangan kemarin bukan jaminan, apalagi kalau confidence jadi terlalu tinggi

Artikel ini berbasis fakta dan disusun ulang untuk tujuan pembelajaran bahasa Inggris; reaksi pembaca adalah contoh dari beragam sudut pandang.

[email protected]