Hari Parkinson Sedunia: Gejala Tak Cuma Gemetar, Ini Tanda Awal yang Sering Diabaikan
Setiap tahun, new kesadaran muncul saat 11 April diperingati sebagai Hari Parkinson Sedunia — momen penting untuk mengingatkan bahwa risk penyakit ini tidak hanya soal tangan gemetar. Menurut Dr. dr. Mohammad Kurniawan, Sp.N(K), gejala tremor memang umum, tapi tidak dialami semua pasien. Sekitar 70 persen mengalaminya saat istirahat, namun sisanya justru tidak mengalami getaran sama sekali, membuat deteksi dini semakin sulit.
Parkinson adalah penyakit neurodegenerative , di mana sel saraf di otak, khususnya di area substantia nigra, rusak perlahan dan mengurangi produksi dopamin. Penurunan ini mengganggu movement tubuh secara keseluruhan. Selain gerakan melambat dan keseimbangan terganggu, penderita sering mengalami rigidity dan postur tubuh yang kaku — gejala motorik yang lebih dikenali publik.
Namun, yang paling sering terlewat justru gejala non-motor , yang bisa muncul bertahun-tahun sebelum gejala utama. Ini termasuk gangguan penciuman, sembelit tanpa sebab jelas, dan sleep disorder seperti bergerak hebat saat bermimpi. Tulisan tangan yang mengecil, ekspresi wajah datar, dan suara yang melemah juga bisa jadi tanda awal — gejala yang sering dikira bagian dari aging biasa.
Faktor usia di atas 60 tahun meningkatkan risk , meski penyakit ini bisa terjadi lebih muda. Genetik, paparan pestisida, cedera kepala berulang, dan jenis kelamin laki-laki juga berperan. Meski belum ada cure , terapi seperti levodopa, fisioterapi, dan stimulasi otak dalam bisa mengendalikan gejala. Kunci utama: early detection untuk menjaga kualitas hidup dan tetap produktif.
Baru tahu kalau Parkinson bisa dimulai dari sembelit dan hidung tidak bisa mencium. Ini risk risiko yang terlalu sering dianggap remeh.
Bapak saya dulu baru didiagnosis setelah jatuh berkali-kali. Padahal dia sudah lama bicara pelan dan wajahnya datar. Kenapa dokter tidak pernah tanya soal itu sejak awal? early detection Deteksi dini harus jadi bagian rutin pemeriksaan lansia.
Gejala non-motorik ini penting banget, tapi masih jarang ditanya di klinik. Harusnya ada screening skrining sederhana untuk gangguan tidur atau penciuman.
Jadi mikir… tiap kali bapak sulit bangun dari kursi, itu bukan cuma pegal ya. Mungkin itu rigidity kekakuan otot. Harus lebih peka.
Fisioterapi dan terapi wicara itu support dukungan penting. Tapi aksesnya masih sangat terbatas di daerah. Harga juga mahal.
Terapi belum sempurna, tapi dengan treatment penanganan yang konsisten, banyak pasien tetap aktif. Harapan itu ada, asal jangan ditunda.