Kisah Acha Sinaga Alami Saluran Tuba Terpelintir, Berawal dari Nyeri Perut Tak Tertahankan
Artis Acha Sinaga baru-baru ini membuka hati tentang pengalaman medisnya yang menegangkan: diagnosis hidrosalping, atau twisted saluran tuba. Kondisi ini bukan hanya menyebabkan severe hebat, tapi juga mengancam fungsi reproduksi. Melalui unggahan di Instagram, Acha menceritakan bagaimana rasa sakit tiba-tiba di perutnya semula disangka maag, padahal merupakan tanda bahaya dari kondisi yang jauh lebih serius.
Saat akan menidurkan anak-anaknya sekitar pukul 7 atau 8 malam, Acha merasakan abdominal pain yang terus memburuk. Ia mencoba minum obat lambung dan pereda nyeri, tapi tidak ada change . Rasa sakit yang tak tertahankan membuatnya harus membungkuk, hingga suaminya memutuskan membawanya ke UGD. Di rumah sakit, meski sudah diberi obat, rasa sakit tetap tak mereda—sinyal kuat bahwa ini bukan gangguan pencernaan biasa.
Dokter kemudian menyarankan CT scan , di mana ditemukan dugaan kista. Namun, pemeriksaan lanjutan dengan MRI justru mengungkap kondisi yang lebih langka: saluran tuba kiri membesar dan twisted , menghambat aliran darah. Dokter menjelaskan rasa sakitnya seperti jari terjepit pintu—akibat tekanan dan lack pasokan darah. Yang mengejutkan, Acha tidak memiliki infeksi atau kista, penyebab umum hidrosalping, sehingga kasusnya tergolong tidak biasa.
Meski sempat membaik setelah konsumsi antibiotics , kondisi saluran tubanya kembali memburuk. Dari 3 cm, pembengkakan kembali ke 4 cm. Dokter menyarankan surgery laparoskopi untuk mengangkat saluran tuba yang sudah tidak berfungsi. Acha dan suami akhirnya memutuskan untuk menjalani tindakan tersebut dalam waktu dekat. Kisah ini menjadi pengingat penting: nyeri perut hebat bukan hal remeh—bisa jadi tanda medical emergency yang membutuhkan respons cepat.
Bayangkan sakitnya kayak jari kejepit pintu, tapi di dalam perut. Mengerikan banget. Semoga Acha kuat dan cepat pulih.
Kasus seperti ini sering terlewat karena gejalanya mirip maag. Padahal twisted tube tuba terpelintir bisa nekatin jaringan. Diagnosis cepat itu kunci.
Aku dulu juga nyeri perut parah, dikira radang usus. Ternyata endometriosis. Harusnya dokter lebih aware peka terhadap kemungkinan langka.
Jadi mikir, kalau rasa sakit enggak kunjung hilang setelah minum obat, jangan ditunda ke rumah sakit. Risiko bisa jadi besar.
Salut buat Acha yang berbagi cerita. Bisa bantu banyak perempuan sadar akan reproductive health kesehatan reproduksi tanpa malu.
Laparoskopi itu operasi minimally invasive minimal invasif, kan? Lebih cepat pulih, tapi tetap serius. Semoga lancar.