Ashanty Lulus Sidang S3 di Universitas Airlangga
Sidang yang dinanti akhirnya tiba. moment haru terlihat jelas saat Ashanty duduk di hadapan para dosen penguji di Universitas Airlangga, Surabaya. Meski usia tak lagi muda, semangatnya untuk menuntaskan pendidikan S3 tak pernah surut. Ditemani doa dan dukungan dari keluarga, termasuk suami tercinta Anang Hermansyah, dia menghadapi setiap question dengan tenang dan penuh keyakinan.
Sidang yang berlangsung selama 2,5 jam itu penuh dengan tension dan kedalaman akademik. Dalam unggahannya, Ashanty mengungkapkan rasa terima kasih kepada para penguji atas masukan dan revisi yang diberikan. "Terima kasih untuk semua pertanyaan, masukan, dan revisinya. 2,5 jam terasa berat, namun bahagia bisa melewatinya," tulisnya, menunjukkan betapa proses ini bukan sekadar formalitas, tapi sebuah challenge yang dijalani dengan sepenuh hati.
Dalam disertasinya, Ashanty mengangkat topik menarik: adaptive response penyanyi dari generasi Baby Boomer dan Generasi X terhadap transformasi digital di industri musik Indonesia. Topik ini tidak hanya relevan secara akademik, tapi juga menyentuh dinamika budaya yang sedang bergerak cepat. Karyanya menjadi bukti bahwa seniman bisa merangkap sebagai researcher yang serius dan mendalam.
Keberhasilannya melewati sidang ini langsung disambut dengan celebration kecil di rumah. Anak-anaknya, Arsy dan Arsya, menyiapkan kejutan berupa bucket bunga yang membuat Ashanty meneteskan air mata haru. Satu langkah lagi menuju ujian terbuka, namun pencapaian ini sudah menjadi simbol kuat bahwa usia bukan penghalang untuk terus belajar dan berkembang. Dalam dunia hiburan yang sering menekankan penampilan, Ashanty justru menginspirasi lewat ketekunan dan commitment intelektualnya.
Usia 42 tapi masih semangat kuliah S3? Luar biasa banget motivation motivasinya. Bener-bener bikin malu yang masih muda tapi males belajar.
Jadi penasaran, topik digital transformation transformasi digital di musik Indonesia tuh memang urgent ya? Apa semua penyanyi lama bisa adaptif?
Sidang S3 itu bukan cuma soal pintar, tapi juga mental. 2,5 jam dikuliti sama penguji itu pressure tekanan beneran. Respect!
Anang dan anak-anak dukung terus. Keluarga kayak gini yang bikin orang kuat menjalani journey perjalanan berat.
Bayangin aja, nyusun disertasi sambil jadi public figure. Waktu dan focus konsentrasi pasti terbagi banget.
Udah sukses di musik, sekarang di pendidikan. Ini baru role model figur panutan beneran, bukan cuma sensasi.
Air mata waktu dinyatakan lulus itu natural banget. Itu bukan drama, itu relief lega beneran setelah sekian lama berjuang.
Semangat buat ujian terbuka nanti, Bu! Jangan lupa istirahat dulu biar energy energi tetap penuh.