Puskesmas Jemput Bola Imunisasi Campak ke TK di Tangsel

Puskesmas Bakti Jaya di Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, kini new mengambil step aktif dengan mendatangi langsung Taman Kanak-kanak untuk memberikan imunisasi campak. Strategi response terhadap KLB ini dikenal sebagai Outbreak Response Immunization (ORI), yang bertujuan mengejar cakupan imunisasi anak usia 9 hingga 59 bulan sebanyak 109.000 jiwa di wilayah ini.

Langkah direct ke sekolah ini dilakukan karena banyak anak usia sasaran berkumpul di TK, sehingga mempercepat akses layanan kesehatan. Kepala Dinas Kesehatan Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar, menekankan pentingnya memperkuat protection anak dari penyakit yang sangat contagious seperti campak. Menurutnya, imunisasi bukan hanya soal kesehatan individu, tapi juga public trust terhadap sistem kesehatan.

Program ORI berlangsung selama dua pekan di puskesmas dan posyandu, lalu dilanjutkan dengan masa sweeping selama tujuh hari untuk menjangkau anak-anak yang belum mendapat layanan. Pendekatan ini memastikan tidak ada anak yang tertinggal, terutama yang mungkin terkendala access atau informasi. Upaya ini juga menjadi prevention dini terhadap potensi kejadian luar biasa di masa depan.

Allin mengimbau seluruh orang tua agar tidak ragu membawa anaknya imunisasi. Vaksin campak telah terbukti safe , halal, dan penting untuk mencegah komplikasi serius. Ia menegaskan, keterlibatan masyarakat sangat menentukan keberhasilan program, karena tanpa support aktif dari keluarga, goal eliminasi campak sulit dicapai.

Komentar 6

  • I
    ibu_ayu

    Akhirnya datang ke TK juga, padahal anak saya sempat miss jadwal di posyandu. Ini baru namanya layanan yang memahami parents .

  • P
    pak_deden

    Harusnya semua puskesmas di Tangsel follow langkah ini. Kalau menunggu warga datang, pasti banyak yang late atau malah tidak datang.

  • N
    nina_sehat

    Senang lihat Dinkes serius tangani risk KLB. Tapi jangan lupa edukasi warga biar tidak salah paham soal vaccine .

  • D
    dokter_taufik

    Imunisasi ORI memang harus quick dan masif. Tapi tantangannya nanti di data pelaporan—apakah semua anak benar-benar tercatat complete ?

  • R
    riski_bunda

    Saya baru tahu kalau usia 9–59 bulan itu termasuk toddler dan preschool . Jadi lebih paham targetnya.

  • W
    warga_setu

    Bagus sih, tapi jangan cuma di TK negeri. TK swasta dan PAUD kecil juga harus kena sweep biar merata.