Pemain PSBS Biak Unggah Surat di Medsos, Gaji Tertunggak 3 Bulan
Sejumlah player PSBS Biak mengunggah letter terbuka di media sosial, menunjukkan pressure yang mereka alami akibat salary yang tertunggak selama dua setengah hingga tiga bulan. Dalam unggahan di Instagram Stories pada Rabu (15/4), para foreign seperti Kadu, Ruyery Blanco, dan Mohcine Nader menyampaikan permohonan langsung kepada manajemen klub, operator I.League, dan PSSI untuk turun tangan.
Surat tersebut mengungkapkan bahwa keterlambatan payment telah berdampak serius pada daily life . Kebutuhan dasar pun mulai sulit dipenuhi—air minum setelah latihan tak selalu tersedia, dan makanan untuk local bahkan sudah tidak disediakan. Ini bukan sekadar issue finansial, tetapi juga risk terhadap kesehatan dan konsistensi latihan.
Kondisi semakin memburuk dengan ditariknya team vehicle , sementara pemain asing menerima pemberitahuan pengosongan tempat tinggal karena late payment . Bahkan, sesi latihan terpaksa dibatalkan karena tidak ada training field yang bisa digunakan. Ketidakpastian ini menghambat preparation tim di tengah kompetisi Super League yang menuntut performa tinggi.
Dalam suratnya, para pemain menyatakan bahwa mereka telah berulang kali mencoba menghubungi manajemen, tetapi tidak mendapat response sama sekali. Mereka meminta support dan bimbingan agar masalah ini bisa diselesaikan secara profesional. Hingga berita ini diturunkan, Direktur Utama I.League Ferry Paulus belum memberikan statement meskipun sudah dihubungi oleh tim media.
Bayangin latihan keras tapi gak ada makanan setelahnya. Ini bukan cuma soal salary gaji, tapi harga diri.
Pemain asing mau tinggal aja susah, apalagi kalau visa visanya bergantung pada kontrak dan alamat.
Manajemen ignore mengabaikan pemain, tapi tetap mau tim menang. Hipokrisi banget.
Kalau training latihan aja bolong-bolong, gimana mau dapat performa bagus?
PSSI harus turun tangan. Ini bukan cuma soal satu klub, tapi integritas kompetisi.
Harusnya ada emergency fund dana darurat untuk situasi kayak gini. Kebutuhan dasar jangan dikorbankan.