Ini Perusahaan Nikel yang Terseret Kasus Tersangka Ketua Ombudsman

Jakarta, CNBC Indonesia — Nama perusahaan nikel yang terlibat dalam kasus dugaan corruption tata kelola usaha pertambangan di Sulawesi Tenggara mulai terungkap. Perusahaan tersebut adalah PT Toshida Indonesia (PT TSHI), yang kini ikut terseret dalam penyelidikan Kejaksaan Agung setelah Ketua Ombudsman RI, Hery Susanto, ditetapkan sebagai tersangka. Dugaan risk terhadap integritas lembaga pemerintah pun muncul, mengingat peran Ombudsman sebagai pengawas kebijakan publik.

Berdasarkan data Minerba One Kementerian ESDM, PT TSHI memegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) nomor 159 Tahun 2010 dengan status operasi produksi hingga 2027. Wilayah tambang seluas 5.000 hektare berlokasi di Kolaka, Sulawesi Tenggara. Perusahaan ini bergerak di sektor pertambangan nickel ore , dengan direksi dan komisaris yang seluruhnya merupakan Warga Negara Indonesia. Laporan menyebutkan bahwa PT TSHI awalnya bermasalah dalam perhitungan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang ditetapkan oleh Kementerian Kehutanan.

Menurut Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, Hery Susanto diduga turut campur dengan decision administratif Kementerian Kehutanan atas permintaan PT TSHI. Ia mengatur pemeriksaan yang seolah berasal dari pengaduan masyarakat, lalu mendorong koreksi kebijakan agar PT TSHI bisa menghitung sendiri kewajibannya. Perubahan prosedur ini dinilai menguntungkan perusahaan secara tidak wajar. Dalam prosesnya, tersangka menerima bribe sekitar Rp1,5 miliar dari pihak PT TSHI sebagai imbalan.

Tindakan ini memicu public pressure terhadap independensi Ombudsman. Jika terbukti, kasus ini bukan hanya soal price yang tidak dibayar negara, tetapi juga soal trust terhadap lembaga negara. Penahanan selama 20 hari di Rutan Salemba menjadi simbol response cepat penegak hukum, meski pertanyaan tentang sistem pengawasan yang longgar tetap menggantung. Pasar dan masyarakat menunggu apakah ini awal dari perbaikan tata kelola, atau hanya satu kasus dari banyak yang tak terungkap.

Reaksi 6

  • B
    bimantoro

    Bayar Rp1,5 miliar untuk ubah keputusan? Risiko korupsi di sektor tambang masih terlalu rendah dibanding keuntungannya.

  • D
    dianw

    Ombudsman seharusnya jadi penjaga kebijakan, bukan alat untuk pressure dari perusahaan. Ini parah banget.

  • P
    pandu_l

    Laporan hasil pemeriksaan bisa diatur? Ini bukan sekadar change , tapi keroposnya sistem pengawasan.

  • S
    suryo_id

    10 tahun izin aktif, baru sekarang kena. Keputusan hukum lambat, tapi tekanan publik cepat.

  • N
    nita_k

    Kalau trust pada lembaga udah jatuh, siapa yang masih mau lapor ke Ombudsman?

  • J
    joko_rm

    Pasar global butuh nikel, tapi jangan sampai price reformasi kita bayar pakai integritas.

Artikel ini berbasis fakta dan disusun ulang untuk tujuan pembelajaran bahasa Inggris; reaksi pembaca adalah contoh dari beragam sudut pandang.

[email protected]