Untuk Kartini Masa Kini: JKN Lindungi Kesehatan Perempuan dari Pencegahan hingga Persalinan
Di tengah kesibukan mengurus keluarga dan bekerja, kesehatan diri sering kali jadi priority terakhir bagi perempuan. Memperingati Hari Kartini pada 21 April, BPJS Kesehatan mengajak perempuan Indonesia untuk berhenti sejenak, memperhatikan diri sendiri, dan memanfaatkan layanan kesehatan sebagai bentuk nyata dari empowerment perempuan masa kini. Di balik peran strategis perempuan sebagai penjaga kesehatan keluarga, kesehatan mereka sendiri harus menjadi fondasi utama.
Melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan menjamin akses layanan kesehatan bagi perempuan di setiap tahap kehidupan. Ini termasuk screening IVA dan Pap Smear untuk pencegahan kanker serviks, deteksi dini kanker payudara, pemeriksaan kehamilan, hingga maternity care sesuai indikasi medis. Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, menekankan bahwa deteksi dini adalah kunci menjaga kualitas hidup perempuan secara berkelanjutan.
Data 2025 menunjukkan 79,5 juta peserta JKN telah melakukan skrining kesehatan, dengan 34,6 juta di antaranya memiliki risk penyakit tertentu. Ditemukan 14,4 juta peserta berpotensi kanker serviks dan 1 juta berisiko kanker payudara. Tren kasus kanker payudara naik dari 1,08 juta (2021) menjadi 1,94 juta (2025), diiringi kenaikan biaya dari Rp1,03 triliun menjadi Rp1,99 triliun. Kanker serviks juga meningkat dari 278.760 kasus menjadi 452.522 kasus, dengan biaya naik hingga Rp723,74 miliar. Ini menunjukkan beban healthcare yang signifikan.
Namun, hasil positif mulai terlihat: skrining kanker payudara melonjak dari 7.440 peserta (2024) menjadi 30.159 (2025). Skrining serviks sejak 2021–2025 telah menjangkau lebih dari 1,5 juta peserta. JKN juga memberi perlindungan menyeluruh melalui layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), termasuk enam kali pemeriksaan ANC, USG, persalinan oleh tenaga kesehatan kompeten, hingga postnatal care . Jumlah persalinan yang ditanggung mencapai 2,67 juta kasus pada 2025 dengan biaya Rp10,03 triliun, menunjukkan komitmen nyata terhadap keselamatan ibu.
Baru tahu kalau skrining serviks sudah menjangkau lebih dari 1,5 juta perempuan. Semoga makin banyak yang sadar, karena early detection deteksi dini benar-benar bisa menyelamatkan nyawa.
Angka kenaikan kasus kanker payudara memang mengkhawatirkan. Tapi lihat juga sisi positifnya: peningkatan skrining berarti kesadaran masyarakat mulai improve membaik.
Biaya persalinan sekarang bisa mencapai miliaran? Beruntung JKN ada, kalau tidak financial burden beban keuangan buat keluarga pasti sangat berat.
Setiap perempuan harus punya hak akses yang sama terhadap layanan kesehatan. Ini bukan kemewahan, tapi basic right hak dasar.
Suami juga harus dorong istri untuk periksa rutin. Jangan sampai karena sibuk kerja, kesehatan istri jadi neglected terabaikan.
Kartini zaman sekarang itu yang peduli sama diri sendiri juga, bukan cuma keluarga. Perawatan diri itu bentuk keberanian juga.