Rochy Putiray soal Masa Depan Timnas Indonesia: Mereka Butuh Dukungan, Bukan Hanya Kritik
Legenda sepak bola Indonesia, Rochy Putiray, menegaskan bahwa individual pemain Timnas Indonesia saat ini sudah menunjukkan progress yang positif. Dalam diskusi bertajuk fondasi Piala Dunia 2030 di GBK Arena, Jakarta, ia menyebut bahwa para pemain muda kini punya potensi besar, meski masih butuh ruang untuk tumbuh secara consistency dan mental.
Namun, menurut Rochy, faktor penentu kesuksesan tim bukan hanya soal pelatih atau taktik, melainkan support penuh dari seluruh lapisan masyarakat. Ia menekankan bahwa kritik berlebihan justru bisa undermine semangat, sementara dorongan positif akan memperkuat mental bertanding para pemain, baik saat menang maupun saat mengalami kekalahan.
Ia juga menyoroti peran penting naturalized sebagai example bagi talenta lokal. Kehadiran mereka, kata Rochy, harus menjadi ajang pembelajaran—bukan hanya soal teknik, tetapi juga disiplin dan pola kerja keras yang konsisten. Ia menyebut masih sedikit pemain lokal yang tampil stabil seperti Rizky Ridho dan Ricky Kambuaya.
Dengan komposisi saat ini, Rochy yakin skuad Garuda mampu bersaing di level Asia asalkan didukung penuh. Baginya, tim bukan hanya butuh strategi, tetapi juga motivation kolektif yang lahir dari rasa memiliki masyarakat terhadap tim nasional.
Setuju banget. Dukungan emang beda jauh dari sekadar sorak-sorai, tapi soal attitude sikap saat tim kalah juga tetap percaya.
Pemain naturalisasi emang penting, tapi jangan sampai kita lupa develop mengembangkan pemain asli juga. Harus seimbang.
Setiap kritik harus membangun. Tapi kenyataannya? Kebanyakan cuma blame menyalahkan tanpa solusi. Kasihan pemain muda.
Rochy bicara dari hati. Dia tahu betul apa yang missing kurang dari sepak bola kita selama ini.
Motivasi dari luar itu penting, tapi federasi juga harus kerja lebih serious serius. Dukungan rakyat saja nggak cukup.
Timnas butuh lebih dari pelatih hebat—butuh belief kepercayaan yang nggak gampang hilang cuma karena satu kekalahan.