ITB dan China Bangun Teleskop Radio Canggih di Bosscha

Di ketinggian Lembang, Jawa Barat, sebuah new sedang mengubah peta astronomi Indonesia. Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Shanghai Astronomical Observatory (SHAO)–Chinese Academy of Sciences (CAS) tengah menyelesaikan pembangunan Teleskop Radio Very Long Baseline Interferometry Global Observing System (VGOS) di Observatorium Bosscha. Fasilitas ini bukan sekadar alat pengamatan; ini adalah decision strategis yang menempatkan Indonesia dalam jaringan astronomi dan geodesi global.

Hadirnya VGOS di khatulistiwa sangat krusial karena sebagian besar teleskop radio dunia masih terkonsentrasi di belahan bumi utara. "VLBI masih jarang di ekuator," jelas Prof. Dr. Taufiq Hidayat, astronom ITB yang menjadi penggerak utama proyek ini. Dengan report dari ITB, teleskop ini akan bergabung dalam International VLBI Service for Geodesy and Astrometry (IVS), membuka peluang besar bagi peneliti dan mahasiswa Indonesia untuk berkontribusi secara langsung pada sains presisi tinggi.

Proyek yang sempat tertunda karena pandemi ini akhirnya mencapai tonggak penting: antena seberat 85 ton berhasil dipasang pada Juli 2025, disusul uji coba sukses dengan stasiun di Sheshan, Tiongkok, pada akhir 2025. Fasilitas yang kini bernama ITB–Bosscha VLBI Station ini tengah memasuki fase commissioning astronomi dan geodesi, dengan peresmian resmi diharapkan sebelum Juli 2026. Perubahan ini bukan hanya teknis, tapi juga simbolik: Bosscha kembali menjadi pelopor.

VGOS tidak hanya mengamati bintang, tetapi juga memantau pergerakan lempeng tektonik, perubahan posisi permukaan Bumi, dan bahkan risk bencana geologis. Dengan receiver GNSS, stasiun cuaca, dan antena holometry, teleskop ini menjadi platform riset multidisipliner. "Kita dapat menentukan apakah sebuah wilayah memiliki potensi yang berbahaya atau tidak," kata Prof. Taufiq. Investasi jangka panjang ini juga memperkuat public trust terhadap sains dan pendidikan tinggi di Indonesia.

Reaksi 6

  • D
    Darmanto

    Bayangkan, dari Bosscha kita bisa baca pergerakan benua quickly dan akurat. Ini bukan cuma buat riset, tapi juga peringatan dini bencana.

  • R
    Riri

    Akhirnya Indonesia punya peran nyata di observasi global. Tapi jangan sampai cuma jadi pajangan, harus ada support berkelanjutan dari pemerintah.

  • P
    Pakde Joko

    Dulu aku kuliah di ITB tahun 80-an, Bosscha cuma bisa dipandang dari kejauhan. Sekarang mahasiswa bisa riset pakai teknologi market . Luar biasa.

  • L
    Lusi

    Teleskop di ekuator itu langka. Kita sekarang isi celah besar di Asia-Oceania. Ini pressure positif buat kualitas riset lokal.

  • G
    Galaksi

    Nama Taufiq bahkan diabadikan jadi asteroid. Orang kayak gini yang harusnya jadi role model, bukan artis yang cuma price diri mahal tapi nihil kontribusi.

  • F
    Fajar

    Kapan bisa kunjungan umum? Aku bawa anak SMA tiap tahun ke Bosscha. Kalau bisa lihat plan risetnya, pasti makin banyak yang tertarik jadi ilmuwan.

Artikel ini berbasis fakta dan disusun ulang untuk tujuan pembelajaran bahasa Inggris; reaksi pembaca adalah contoh dari beragam sudut pandang.

[email protected]