Kronologi Rombongan Foto-foto di Tikungan Berisiko Sitinjau Lauik: Berawal dari Miskomunikasi
Kapolres Solok Kota, AKBP Mas’ud Ahmad, membuka report lengkap mengenai insiden rombongan yang berhenti di tikungan Sitinjau Lauik, Padang, yang sempat viral di media sosial. Peristiwa ini terjadi pada 6 April 2026 sekitar pukul 09.00 WIB saat rombongan dari PT Pusri dalam perjalanan dari Padang menuju Solok. Awalnya hanya rencana singkat, tetapi berubah menjadi sorotan nasional karena lokasi yang dikenal sangat risk .
Mas’ud menjelaskan bahwa awal mula kejadian berasal dari miscommunication antara pihak perusahaan dan tim pengawal. Sebelum tiba di Sitinjau Lauik, ada pembicaraan soal kemungkinan berhenti di kawasan atas. Namun, saat mendekati lokasi, jaringan komunikasi terputus. Instruksi tidak sampai utuh, menyebabkan confusion di lapangan. Pemahaman yang berbeda antara rencana dan eksekusi menjadi akar masalah.
Saat memasuki tikungan tajam, rombongan melambat karena ada kendaraan dari arah berlawanan. Namun alih-alih hanya mengatur manuver, kendaraan justru berhenti total dan penumpang turun untuk photo session . Anggota pengawal mengira ini bagian dari kebiasaan singgah, misalnya memberi minuman. Namun, aktivitas ini menimbulkan public concern karena lokasi tersebut rawan longsor dan kecelakaan.
Polisi segera mengambil action dengan mengatur lalu lintas meski arus saat itu relatif sepi. Mas’ud menekankan bahwa kejadian ini masih dalam pemeriksaan awal. Jika ditemukan pelanggaran SOP, akan ditindaklanjuti oleh Propam Polda Sumbar. Keputusan berhenti di lokasi berbahaya seperti Sitinjau Lauik, meski tampak sepele, membawa impact besar terhadap public trust terhadap disiplin dan profesionalisme pengawalan resmi.
Bayangkan kalau ada truk rem blong saat mereka asyik foto-foto. risk Risiko nyawa orang lain dipertaruhkan hanya untuk konten semata.
Ini bukan cuma soal miskomunikasi, tapi juga decision keputusan yang tidak bijak. Harusnya tim pengawal punya SOP ketat soal lokasi berhenti.
Sudah jadi rahasia umum Sitinjau Lauik itu mematikan. Tapi tetap saja jadi spot favorit buat yang mau pamer. public trust Kepercayaan publik terus terkikis.
Jaringan jelek bukan alasan. Harusnya antisipasi sejak awal. miscommunication Miskomunikasi begini bisa dicegah dengan protokol yang jelas.
Mereka pikir cuma berhenti sebentar, tapi lupa kalau dampaknya bisa meluas. Viral itu cepat, maaf itu mahal.
Kalau anggota pengawal langsung turun atur lalu lintas, artinya mereka sadar situasinya dangerous berbahaya. Lalu kenapa izinkan berhenti?