Konvoi Pejabat Berfoto di Tanjakan Maut Sitinjau Lauik, Publik Bereaksi
Sebuah video yang menunjukkan konvoi kendaraan diduga milik pejabat dengan police berhenti untuk berfoto di Tanjakan Sitinjau Lauik menuai public . Lokasi tersebut dikenal sebagai jalur berbahaya dengan sharp dan kemiringan ekstrem, sehingga tindakan ini dinilai membahayakan keselamatan lalu lintas.
Tanjakan Sitinjau Lauik di Sumatra Barat selama ini dianggap sebagai salah satu route paling menantang di Pulau Sumatra. Setiap tahun, jalur ini menyebabkan sejumlah accident serius akibat kondisi jalan dan cuaca yang berubah quickly . Berhenti secara mendadak untuk aktivitas non-esensial seperti foto-foto dianggap sangat tidak pantas dan berisiko memicu chain reaction .
Aksi rombongan ini memicu debate luas di media sosial, terutama soal abuse fasilitas negara dan privilege yang tidak sejalan dengan public trust . Banyak warganet menilai bahwa pejabat seharusnya memberi example tertib berlalu lintas, bukan malah melakukan pelanggaran yang bisa ditiru.
Kepolisian Daerah Sumbar belum memberikan official , tetapi kasus ini menimbulkan pressure terhadap institusi untuk mengklarifikasi alasan pengawalan dan mengevaluasi protocol penggunaan pengawal. Keputusan apakah akan ada sanction atau hanya warning menjadi sorotan berikutnya dari masyarakat.
Ini bukan soal foto, tapi soal risk risiko yang dibikin buat pengguna jalan lain. Mereka punya hak berhenti seenaknya?
Kalau rakyat kecil ngebut dikit langsung ditilang, pejabat berhenti di tanjakan curam malah difoto-foto. Standar ganda banget.
Sudah tahu itu jalur maut, tapi malah jadi lokasi selfie. Kepercayaan publik bisa hancur gara-gara hal kecil begini.
Pengawalan polisi harusnya untuk keselamatan, bukan untuk kemewahan. Ini jelas abuse penyalahgunaan wewenang.
Kapan ya pejabat belajar rendah hati? Harusnya justru mereka yang paling patuh aturan. Tekanan sosial harus terus ditingkatkan.
Apa alasan resminya? Jangan cuma diam. Rakyat butuh report laporan yang transparan, bukan diam seribu bahasa.