Saat Pramono 'Mundur' soal Venue Konser BTS Usai ARMY Bersuara
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membuat keputusan mengejutkan setelah mendengar reaction dari ARMY, sebutan bagi penggemar berat BTS. Ia menyatakan bersedia step back dari usahanya memperjuangkan Jakarta International Stadium (JIS) sebagai lokasi konser grup K-pop asal Korea Selatan itu. Keputusan ini muncul setelah tekanan dari komunitas penggemar yang khawatir JIS belum cukup siap secara access dan atmosfer dibandingkan Gelora Bung Karno (GBK), tempat favorit bagi banyak konser besar.
Sebelumnya, Pramono terang-terangan menyatakan keinginannya agar BTS tampil di JIS. Ia menyebut hal itu bagian dari upaya menjadikan Jakarta sebagai kota global yang tidak hanya menonjol dalam sektor bisnis, tetapi juga sebagai destinasi entertainment kelas dunia. Dalam acara Musrenbang, ia mengatakan masih terjadi fight internal antara GBK dan JIS sebagai venue, dengan harapan kuat agar JIS bisa membuktikan diri.
Namun, tekanan dari ARMY ternyata cukup besar—sampai membuatnya bercanda bahwa ia 'dimarahi' oleh para penggemar. Bahkan putranya sendiri, seorang ARMY aktif, memintanya berhenti campur tangan. "Udah lah bapak, biar mainnya di GBK aja," kata Pramono menirukan sang anak. Respons ini menunjukkan betapa emosional dan personalnya hubungan antara fanbase dengan pengalaman konser mereka, yang jauh melampaui sekadar urusan lokasi.
Dalam acara Halal Bi Halal di Jakarta Selatan, Pramono akhirnya menyatakan sikap resminya: ia tidak akan lagi membuat statement publik soal venue BTS. Ia menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada penyelenggara dan 'Gusti Allah'. Langkah ini dibaca sebagai bentuk respect terhadap kekuatan budaya pop dan suara penggemar. Baginya, kehadiran konser internasional bukan hanya soal image kota, tapi juga tentang siapa yang benar-benar menikmatinya—dalam hal ini, ARMY.
Akhirnya pemerintah dengar juga suara rakyat, bukan cuma mau pamer infrastruktur. respect Hormat buat Pramono yang mau step back mundur demi kenyamanan ARMY.
JIS emang keren, tapi aksesnya masih challenge tantangan. GBK lebih gampang dijangkau semua orang. Ini bukan soal fanatisme, tapi soal experience pengalaman penonton.
Bayangin punya anak ARMY, bangun tidur langsung diketok karena statement pernyataan bapaknya. Lucu tapi juga relatable masuk akal banget.
Dulu zaman saya, artis luar main di Senayan aja rame setengah mati. Sekarang fanbase komunitas penggemar bisa tekan gubernur? Dunia memang berubah.
ARMY tuh bukan cuma nge-fangirl, tapi punya power kekuatan kolektif. Mereka tahu apa yang terbaik buat community komunitas mereka.
Yang penting konsernya jadi, biar wisatawan lama tinggal di Jakarta. Jangan lupa local business usaha lokal juga dapat untung.