Lanjutkan Pemusnahan Ikan Sapu-Sapu, Pramono Siapkan PPSU Khusus untuk Ekosistem Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan bahwa upaya new untuk membasmi ikan sapu-sapu akan terus berjalan secara menyeluruh, bukan hanya di satu lokasi. Ia menegaskan bahwa program ini bukan sekadar tindakan darurat, melainkan bagian dari plan jangka panjang untuk menjaga keseimbangan ekosistem perairan ibu kota. Langkah ini diambil setelah ditemukan bahwa populasi ikan asing itu telah melampaui ambang batas yang aman.
Untuk menjamin keberlangsungan aksi bersih-bersih tersebut, Pemprov DKI akan membentuk tim khusus dari petugas PPSU yang ditugaskan secara rutin menangani penangkapan dan pemusnahan ikan sapu-sapu. "Tidak bisa parsial. Jakarta harus punya PPSU khusus yang secara berkala membersihkan ikan ini," tegas Pramono saat ditemui di Jakarta Selatan pada 19 April 2026, merujuk pada perlunya respons yang terstruktur dan continuous .
Data yang disampaikan menunjukkan risk besar terhadap ekosistem lokal: ikan sapu-sapu kini mendominasi lebih dari 60 persen populasi biota air di perairan Jakarta, menurut laporan internal. Bahkan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat angka lebih tinggi, yaitu melebihi 70 persen. Dalam operasi satu hari di Setu Babakan, petugas berhasil mengangkut lebih dari 3,5 ton ikan invasif tersebut, dengan total keseluruhan mendekati 6,5 ton dari berbagai lokasi.
Langkah ini menuai pressure dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait metode pemusnahan yang dianggap tidak sesuai dengan syariat Islam. Menanggapi hal itu, Pramono menyatakan akan melibatkan pihak ahli untuk menyesuaikan procedure pemusnahan. "Nanti saya minta yang ahli untuk menyesuaikan," katanya, menunjukkan adanya upaya untuk menyeimbangkan kebijakan lingkungan dengan public trust dan nilai keagamaan.
6,5 ton dalam waktu singkat? Itu risk risiko besar banget buat ekosistem. Tapi semoga cara memusnahkannya nggak merusak juga.
Akhirnya ada decision keputusan tegas. Ikan ini emang merusak, tapi jangan lupa soal etika juga.
PPSU khusus? Harus dicek anggarannya. Jangan sampai jadi cost biaya besar cuma buat ikan yang bisa aja balik lagi.
Seneng ada perhatian ke lingkungan, tapi kok baru sekarang? pressure Tekanan dari MUI malah yang bikin cepat bertindak.
Harusnya riset dulu: kenapa ikan ini bisa meledak? Apa karena change perubahan air atau pembuangan sembarangan?
Langkah bagus, tapi perlu public support dukungan masyarakat biar nggak cuma jadi tugas PPSU doang.