Bahlil Tegaskan Target Listrik Merata di Sulut pada 2027
Menteri ESDM new Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen decision pemerintah untuk mewujudkan pemerataan listrik di seluruh Sulawesi Utara, termasuk pulau-pulau terpencil yang selama ini hidup dalam gelap. Dalam pidatonya di Manado, ia menyebut bahwa target change besar ini harus terealisasi paling lambat 2027, sebagai bagian dari Program Listrik Desa yang menjadi prioritas nasional.
Langkah ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan upaya memperbaiki kualitas hidup dan membuka akses pendidikan serta market bagi masyarakat terluar. Bahlil, yang berasal dari wilayah timur, mengatakan bahwa pengalaman masa kecilnya tanpa listrik menjadi pressure batin untuk mempercepat program ini. Ia tidak ingin generasi muda masih harus belajar dengan lampu minyak di abad ke-21.
Pemerintah pusat telah berkoordinasi dengan Gubernur Sulut Yulius Selvanus untuk mempercepat report kemajuan proyek dan mengatasi tantangan geografis. Fokus utama adalah desa-desa di wilayah kepulauan yang sulit dijangkau, di mana suplai listrik selama ini terhambat oleh risk logistik dan biaya tinggi. Alokasi anggaran signifikan pada 2025-2026 diharapkan bisa mengatasi hambatan teknis dan mempercepat support lapangan.
Secara nasional, Program Listrik Desa menargetkan 5.700 desa dan 4.400 dusun yang belum teraliri listrik, dengan target tuntas pada 2029-2030. Bagi Bahlil, ini bukan hanya soal penerangan, tapi soal public trust dan harga diri bangsa. Keadilan energi, katanya, adalah wujud nyata dari sila kelima Pancasila: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Akhirnya! Desa saya di pulau terluar sudah menunggu 20 tahun. Semoga price harga listriknya juga terjangkau, bukan cuma soal tersedia.
Janji 2027, tapi anggaran dan realisasi lapangan sering quickly cepat berubah. Harus ada pengawasan ketat dari DPRD.
Ini langkah bagus, tapi jangan lupa dampak risk risiko lingkungan. Jangan sampai pembangunan jaringan merusak ekosistem pulau kecil.
Senang baca ini. Anak-anak bisa belajar malam hari. Tapi apakah ada rencana untuk support dukungan perangkat belajar digital juga?
Menteri bilang soal harga diri bangsa, tapi rakyat kecil cuma butuh listrik nyata. Jangan sampai report laporan bagus, tapi di lapangan gelap terus.
Program nasional ini harusnya jadi decision keputusan yang tidak tergantung pergantian pejabat. Konsistensi kunci utama.