Tindak Lanjut Perintah Prabowo, Kapolri Dirikan Satgas Berantas Penyelundupan

Polri resmi membentuk new dalam perang melawan kejahatan lintas batas dengan mendirikan Satuan Tugas Penegakan Hukum terhadap Tindak Pidana Penyelundupan. Pembentukan satgas ini merupakan direct dari perintah Presiden Prabowo Subianto kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menunjukkan pressure tinggi untuk membersihkan celah yang merugikan keuangan negara.

Satgas ini dibentuk untuk mendukung Asta Cita Presiden, khususnya poin ketujuh tentang penguatan reformasi hukum dan pemberantasan penyelundupan. Dipimpin oleh Wakabareskrim Polri Irjen Nunung Syarifuddin sebagai Kasatgas, satgas akan fokus pada penyelundupan ekspor dan impor ilegal, terutama komoditas sumber daya alam dan hasil lingkungan hidup. Koordinator Tim Penegakan Hukum dipegang oleh Dirtipideksus Bareskrim, Brigjen Ade Safri Simanjuntak, yang menegaskan bahwa ini adalah response terhadap ancaman nyata terhadap public trust dan financial loss .

Modus utama yang disasar adalah penyelundupan dokumen di kawasan pabean dan penyelundupan fisik di luar kawasan tersebut. Target operasi mencakup praktik under invoicing, misinvoicing, dan misdeclare—bentuk manipulasi dokumen yang menyebabkan loss pendapatan negara. Polri menilai, tanpa penindakan tegas, risk kebocoran keuangan terus mengintai.

Untuk memperluas jangkauan, Polri juga menginstruksikan pembentukan satgas serupa di seluruh Polda. Langkah ini dimaksudkan untuk memperkuat monitoring dan enforcement di semua pintu masuk dan keluar Indonesia. Dalam report resmi, komitmen ini digambarkan sebagai upaya menyelamatkan kekayaan negara dan mencegah leakage penerimaan negara yang sistemik.

Reaksi 6

  • D
    DediJKT

    Langkah bagus, tapi apakah ada real di lapangan? Jangan cuma pressure dari atas tanpa dukungan anggaran.

  • S
    SariNusa

    Akhirnya fokus ke SDA! Selama ini penyelundupan batu bara dan kayu merusak environment dan revenue daerah.

  • P
    PakRT07

    Kalau satgas cuma bureaucratic baru, ini cuma change nama tanpa impact .

  • L
    LintasInfo

    Under invoicing emang common di pelabuhan. Harus ada transparency data ekspor-impor.

  • R
    RakaMuda

    Harapannya quick terlihat hasilnya, jangan sampai jadi temporary lagi.

  • A
    AmirLHK

    Poin ketujuh Asta Cita bagus, tapi perlu follow-up yang konsisten, bukan cuma announcement .

Artikel ini berbasis fakta dan disusun ulang untuk tujuan pembelajaran bahasa Inggris; reaksi pembaca adalah contoh dari beragam sudut pandang.

[email protected]