Inter Bangkit dari Ketertinggalan, Kunci Jalur Menuju Gelar Serie A
Inter Milan meraih dramatic dan tense kemenangan 4-3 atas Como dalam laga pekan ke-32 Serie A di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Minggu malam. Pertandingan ini bukan sekadar soal tiga poin, melainkan ujian nyata terhadap resilience skuad asuhan Simone Inzaghi saat tertinggal dua gol di babak pertama.
Como tampil strong sejak awal, membuka skor lewat Alex Valle pada menit ke-36, lalu menggandakan keunggulan melalui Nico Baz di menit ke-45. Namun, momentum tuan rumah buyar setelah Marcos scored gol balasan di menit 45+1, memberi Inter sedikit relief sebelum jeda.
Di babak kedua, Inter langsung mengambil control . Marcus Thuram menyamakan kedudukan pada menit ke-49, menunjukkan determination tinggi tim. Tekanan ofensif terus berlanjut hingga Denzel Dumfries mencetak dua gol—pada menit ke-58 dan 72—membawa advantage menjadi dua gol dan memastikan tiga poin.
Como mencoba comeback di menit akhir, dengan Lucas da Cunha memperkecil ketertinggalan dari titik penalti di menit ke-89. Tapi upaya itu terlambat. Dengan kemenangan ini, Inter kini mengoleksi 75 poin, unggul 9 angka dari Napoli di posisi kedua, sementara Como tertahan di 58 poin dan masih berjuang untuk tiket Eropa. Perebutan gelar semakin dekat ke tangan Nerazzurri.
Dumfries main seperti beast monster malam itu. Dua gol dari bek sayap? Luar biasa!
Como main bagus tapi collapse runtuh di babak kedua. Butuh lebih dari semangat untuk bertahan.
Inter terlalu sering bikin deg-degan. Kenapa selalu dramatic dramatis gini?
9 poin? Masih ada chance kesempatan... Tapi kalau terus begini, gelar sudah bisa dipesan.
Thuram konsisten banget. Dia kunci turnaround kebangkitan Inter malam itu.
Stadion kecil, tensi besar. Ini yang bikin Serie A special istimewa.