Jangan Terkejut! Harga Minyak Goreng Diam-Diam Naik, Segini di Jakarta
Warga Jakarta mulai merasakan price minyak goreng kemasan premium yang naik diam-diam di sejumlah retail modern. Di minimarket kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, produk seperti Sunco dan Tropical ukuran 2 liter kini dibanderol hingga Rp47.000, naik dari harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp45.000. Tak hanya itu, stok untuk ukuran 1 liter juga mulai limited , bahkan sempat habis di beberapa gerai.
Seorang karyawan Alfamart, Sari (bukan nama sebenarnya), membenarkan adanya increase menyeluruh pada harga minyak goreng. "Iya, harga minyak goreng lagi pada naik semua," katanya. Menurutnya, kenaikan juga terjadi pada ukuran 1 liter, dari sekitar Rp21.500 menjadi kisaran Rp23.000. Ia menduga tekanan datang dari biaya packaging yang ikut naik, khususnya bahan plastik, meski tidak tahu secara pasti.
Karyawan Indomaret bernama Jena juga mengamini situasi serupa. Ia menyebut stok minyak goreng ukuran 1 liter saat ini empty , dan harga untuk ukuran 2 liter terus mengalami penyesuaian. "Emang lagi pada naik yang minyak goreng," ujarnya. Meski tidak diberi penjelasan resmi dari management , dugaan kenaikan biaya produksi menjadi narasi umum di lapangan.
Data resmi dari Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan mendukung temuan ini. Harga minyak goreng sawit kemasan premium secara nasional naik 4,31% dalam tiga hari terakhir, dari Rp20.856 menjadi Rp21.755 per liter pada 20 April 2026. Secara tahunan, kenaikan mencapai hampir Rp900 per liter. Minyak curah pun tidak luput, naik 8,25% menjadi Rp19.467 per liter. Tren ini menunjukkan tekanan inflasi di sektor pangan masih terasa, meski belum disertai respons kebijakan baru.
Dari plastik naik? Coba hitung, selisih Rp1.500 per liter cuma karena packaging kemasan? Kayaknya ada yang ditutupin.
Sudah ganti ke minyak curah aja, lebih murah dan bisa bawa botol sendiri. Biar cost biaya dapur nggak makin membengkak.
Ini awal dari kenaikan harga bahan pokok lagi? Kemarin stabil, sekarang langsung increase naik segini. Khawatir banget.
Kita di ritel juga kena imbasnya. Harga dari supplier pemasok naik, kita nggak bisa tahan lama-lama.
Tren kenaikan 4,3% dalam 3 hari itu cukup sharp tajam untuk komoditas stabil. Harusnya pemerintah lebih cepat respons.
Zaman dulu minyak goreng cuma belasan ribu, sekarang 1 liter aja hampir Rp25.000. Inflasi makan semua.