Dikritik Jarang Hadiri Rapat DPR, Menlu Sugiono: Sudah Saya Komunikasikan

Menteri Luar Negeri RI Sugiono angkat voice menyusul kritik dari Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) atas minimnya kehadirannya dalam rapat kerja. Dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Jakarta, pada Rabu (22/4/2026), Sugiono menjelaskan bahwa ketidakhadirannya bukan karena mengabaikan institution legislatif, melainkan akibat benturan schedule yang tak bisa dihindari.

Saat ditanya wartawan soal keluhan anggota dewan, Sugiono menegaskan bahwa dirinya selalu membuka communication terkait ketidakhadiran tersebut. "Saya kebetulan pas jadwalnya nggak ada di situ dan itu juga sudah saya communicate ," ujarnya dengan tenang. Ia menekankan bahwa transparansi menjadi kunci dalam menjaga hubungan kerja antara pemerintah dan DPR.

Pernyataan ini muncul di tengah tuntutan accountability yang semakin tinggi terhadap kinerja kementerian. Komisi I DPR, yang memiliki kewenangan mengawasi urusan luar negeri, sebelumnya menyampaikan concern karena beberapa rapat penting berlangsung tanpa kehadiran langsung menteri. Keberadaan menteri dinilai penting untuk menjawab pertanyaan secara langsung dan memberikan clarity kebijakan.

Meski demikian, Sugiono memastikan bahwa koordinasi tetap berjalan meski secara tidak direct . Ia menyatakan bahwa wakil menteri atau pejabat eselon I kerap mewakili kehadiran, dengan koordinasi yang telah disepakati sebelumnya. "Saya sudah komunikasikan," kata Sugiono menutup pembicaraan, menunjukkan bahwa response terhadap kritik tetap dilakukan tanpa mengorbankan agenda internasional yang padat.

Reaksi 7

  • P
    pantaukebijakan

    Komunikasi itu penting, tapi kehadiran fisik juga simbol respect ke lembaga DPR. Kalau sering diwakilkan, bisa terbaca sebagai sikap acuh.

  • B
    budi_r

    Agenda luar negeri emang padat. Tapi kalau bisa schedule rapat DPR disesuaikan lebih awal, kenapa harus bentrok terus?

  • N
    neng_jihan

    Ini alasan yang sama dari banyak menteri. Jadwal bentrok, sudah dikomunikasikan. Tapi publik butuh transparency , bukan sekadar pernyataan.

  • P
    pakarhubnas

    Wakil menteri bisa menjawab teknis, tapi kebijakan besar butuh penjelasan dari menteri. Itu soal leadership , bukan hanya koordinasi.

  • E
    eko_d

    Saya perhatikan Menlu sering di luar negeri. Bagus untuk diplomasi, tapi jangan sampai dalam negeri terabaikan. Dua-duanya penting.

  • R
    risa_kompas

    Kalau sudah dikomunikasikan, apakah DPR sudah merespons? Apa ada follow-up dari pihak legislatif?

  • J
    joko_w

    Biasa aja sih. Politik ya begini. Yang penting kerja nyata, bukan cuma hadir di rapat buat posture .

Artikel ini berbasis fakta dan disusun ulang untuk tujuan pembelajaran bahasa Inggris; reaksi pembaca adalah contoh dari beragam sudut pandang.

[email protected]