Momen Haru Mayor Windra Sanur Berpamitan Usai 8 Tahun Jadi ‘Perisai Hidup’ Jokowi
Momen haru terjadi di kediaman pribadi Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) di Solo, saat Mayor Windra Sanur, salah satu bodyguard setianya, datang berpamitan. Selama 8 tahun, Windra dikenal sebagai living shield Jokowi, figur yang selalu berada di sampingnya dengan sikap waspada penuh. Kali ini, ia datang bukan dalam tugas, melainkan sebagai tamu—mengenakan uniform lengkap loreng TNI dan baret hijau, didampingi sang istri, Irvana Meika.
Yang membuat momen ini semakin menyentuh, Windra dan istrinya ikut mengantri bersama warga biasa untuk bisa bersalaman dan berfoto dengan Jokowi. Padahal, selama bertahun-tahun, ia selalu berada di dekat sang presiden, bahkan mengawal Gibran Rakabuming sejak masa kecil. Setelah beberapa saat menunggu, pasangan itu akhirnya dipanggil, diberi souvenir seperti pengunjung lain, dan berpelukan hangat dengan Jokowi.
Windra ternyata akan transfer sebagai Kasdim di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Ia mengungkapkan rasa gratitude atas amanah baru ini, tetapi matanya berkaca-kaca saat harus meninggalkan lingkungan yang telah menjadi bagian hidupnya. "Perasaan campur aduk, luar biasa," kata pria yang dijuluki 'Beruang' ini, sambil menyebut pengalaman bersama Jokowi sebagai life-changing dalam hidupnya.
Ia juga mengenang arahan langsung dari Jokowi agar terus belajar sebagai prajurit. "Selama ini saya bagian marahin orang, kan dari pasukan tempur. Sekarang saya masuk wilayah teritorial," ujarnya, merujuk pada pergeseran peran dari operasi ke tugas lapangan yang lebih sosial. Baginya, perpisahan ini bukan akhir, tapi babak baru yang penuh responsibility —dengan kenangan yang akan selalu dibawa.
Baru sadar ternyata Paspampres juga punya sisi emosional. Mereka bukan mesin, tapi manusia yang punya attachment keterikatan batin.
Mengantri kayak warga biasa? Itu yang bikin hati meleleh. Betapa rendah hatinya mereka, padahal punya privilege hak istimewa untuk langsung masuk.
Dari pasukan tempur ke teritorial... artinya sekarang lebih banyak community engagement interaksi dengan masyarakat. Semoga sukses, Pak!
Jokowi emang punya cara membangun hubungan personal. Nggak heran kalau pengawalnya pun merasa seperti keluarga.
Istri ikut mengantri... bayangin perasaannya. Dari selalu di belakang layar, kini jadi bagian dari momen public farewell perpisahan publik.
Perpindahan ke Kasdim itu promosi. Tapi tetap, meninggalkan pos pengawalan presiden itu beban emosional yang berat.
Dulu lihat Paspampres kaku, sekarang tahu mereka juga bisa nangis. Manusia banget. Salut sama dedication dedikasi mereka.
Apa yang dia pelajari dari Jokowi? Pasti bukan cuma soal disiplin, tapi juga leadership kepemimpinan yang rendah hati.