China-Spanyol dorong norma internasional dan tolak hukum rimba

Kunjungan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez ke Tiongkok pada 11–15 April menegaskan new dalam hubungan bilateral, saat kedua negara menyatakan dukungan kuat terhadap international norms dan penolakan terhadap apa yang mereka sebut sebagai jungle law . Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun menyatakan bahwa China dan Spanyol memilih sisi yang benar dalam sejarah, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip keadilan dan multilateralism di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Selama pertemuan dengan Presiden Xi Jinping, Perdana Menteri Li Qiang, dan pejabat tinggi lainnya, Sánchez menegaskan komitmen Spanyol terhadap prinsip Satu China, serta kesepakatan untuk memperdalam strategic communication dan membangun mekanisme dialog diplomatik. Kedua negara juga menandatangani 15 dokumen kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, pendidikan, pertanian, dan ilmu pengetahuan dan teknologi, sebagai bentuk konkret dari bilateral cooperation yang semakin intensif.

Spanyol juga menyatakan kesiapan untuk menjadi jembatan antara China dan Eropa, mendorong mutual understanding yang lebih dalam demi kestabilan global. Dalam konteks ini, Beijing menyambut niat Madrid untuk membantu membangun stronger relations antara China dan Uni Eropa. China bahkan menyatakan kesiapan untuk mengimpor lebih banyak produk berkualitas dari Spanyol serta mendorong perusahaan Tiongkok berinvestasi di negara Eropa tersebut, menciptakan economic impact yang saling menguntungkan.

Di tengah ketegangan geopolitik, sikap Spanyol menjadi sorotan setelah menolak permintaan AS untuk menggunakan pangkalan militer di Rota dan Morón dalam operasi melawan Iran. Pernyataan ini menunjukkan political decision yang konsisten dengan penolakan terhadap operasi militer ilegal. Sikap ini memicu ancaman dari Presiden Trump untuk memutus hubungan perdagangan, sekaligus menyoroti pressure besar yang dihadapi negara kecil saat berada di antara kekuatan besar. Dalam konteks inilah penolakan terhadap jungle law bukan sekadar retorika, melainkan practical stance terhadap tatanan dunia yang adil.

Reaksi 6

  • D
    dion_w

    Spanyol mulai berani ambil independent decision , tapi risiko economic pressure dari AS jelas besar.

  • N
    nadia_tl

    Konsisten dengan sikap mereka di Ukraina dan Gaza. Ini bukan pencitraan, tapi prinsip.

  • B
    budi_p

    Jadi ternyata bisa juga negara Eropa tolak AS secara terang-terangan. Keren, tapi pasti cost tinggi.

  • F
    fitri_m

    Penting banget jaga public trust lewat tindakan nyata, bukan cuma retorika belaka.

  • A
    anto_k

    Hukum rimba emang sering dipakai negara besar. Seneng lihat ada yang berani sebut itu dengan lantang.

  • L
    lina_s

    Tapi tolong jangan samakan semua kebijakan luar negeri dengan risk terus. Kadang diplomasi itu soal patience , bukan taruhan.

Artikel ini berbasis fakta dan disusun ulang untuk tujuan pembelajaran bahasa Inggris; reaksi pembaca adalah contoh dari beragam sudut pandang.

[email protected]