Pemprov NTB Bantah Sekda Abul Chair adalah Cucu Gubernur Pertama
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat secara resmi membantah klaim bahwa Sekretaris Daerah NTB, Abul Chair, adalah cucu dari Gubernur pertama daerah tersebut, Raden Ario Muhammad Ruslan Tjakraningrat. Penjelasan ini dikeluarkan untuk menghentikan public confusion yang muncul akibat informasi yang beredar luas di media dan ruang digital.
Kepala Dinas Kominfo dan Statistik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov, Ahsanul Khalik, menegaskan bahwa tidak ada pernyataan resmi dari Sekda Abul Chair yang menyatakan hubungan kekerabatan tersebut. "Bapak Sekda tidak pernah menyampaikan kepada siapa pun, termasuk media, bahwa dirinya cucu Gubernur pertama," ujarnya, menekankan pentingnya official source dalam menyampaikan informasi publik.
Pemprov juga telah menerima clarification langsung dari keluarga Gubernur pertama NTB. Berdasarkan data keluarga yang diberikan, diketahui bahwa Raden Ario memiliki tiga anak, dan garis keturunan cucu berasal dari ketiga anak tersebut. Informasi ini menjadi dasar kuat untuk menyatakan bahwa klaim keterkaitan family line tidak sesuai fakta.
Melalui langkah ini, pemerintah daerah menekankan pentingnya akurasi dan tanggung jawab dalam penyebaran informasi. Mereka mengajak media dan masyarakat untuk menghindari spekulasi dan lebih mengandalkan verified information . Pemprov NTB juga menyampaikan terima kasih atas perhatian publik, dan berharap klarifikasi ini mengakhiri misinformation yang sempat berkembang.
Akhirnya jelas juga. Sudah lama rumor desas-desus ini bikin gaduh, padahal tidak pernah dikonfirmasi.
Publik harus lebih hati-hati. Sekarang banyak yang langsung percaya tanpa cek source sumber.
Tapi kenapa bisa muncul klaim seperti ini? Harusnya ada yang behind di balik ini, bukan kebetulan.
Yang penting sekarang sudah diklarifikasi. Tidak perlu lagi debate berdebat soal status keluarga pejabat.
Ini soal public trust kepercayaan publik. Kalau informasi dasar saja salah, bagaimana mau percaya kebijakan?
Langkah cepat dari Pemprov patut diapresiasi. Tanggapi issue isu sebelum jadi bola liar.