Peluang ke Semi-Final Piala AFF Menipis, Kurniawan Dwi Yulianto Tak Ingin Mental Pemain Timnas Indonesia U-17 Ambruk
Peluang timnas Indonesia U-17 untuk mencapai semi-final Piala AFF kini semakin narrow setelah menelan kekalahan 1-0 dari Malaysia. Meski dominan dalam possession , skuad muda Garuda justru kebobolan lewat skema bola mati pada menit ke-33. Sundulan akurat Mohammad Fareez dari tendangan sudut Nur Azam tak mampu dihentikan kiper Noah Leo Duvert, membuat harapan lolos ke fase gugur harus menunggu pertandingan terakhir.
Hasil ini membuat Indonesia turun ke posisi tiga klasemen sementara Grup A dengan tiga poin, sama seperti Malaysia, tetapi kalah dalam head-to-head . Artinya, tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto kini berada dalam situasi must-win saat menghadapi Vietnam di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (19/4). Mereka hanya bisa lolos jika menang dan Malaysia gagal meraih poin penuh di laga terakhirnya.
Kurniawan menekankan pentingnya menjaga mental para pemain muda agar tidak ambruk setelah kekalahan ini. Ia menyadari adanya pressure besar menjelang laga penentuan, tetapi menilai performa anak asuhnya tetap layak diapresiasi. Ia meminta public support dibanding kritik pedas, karena para pemain masih belia dan sedang dalam proses development jangka panjang bagi sepakbola nasional.
Pelatih berharap kekalahan ini tidak menghancurkan confidence para pemain yang masih berusia di bawah 17 tahun. Meski peluang slim , ia menegaskan bahwa sepakbola selalu penuh kejutan. Evaluasi menyeluruh akan segera dilakukan, dan tim akan berjuang habis-habisan selama 90 menit melawan Vietnam. "Kami masih punya chance , dan kami tidak akan menyerah," tegasnya.
Pemain muda butuh support dukungan, bukan hujatan. Kekalahan ini bagian dari proses.
Tekanan besar di laga terakhir. Semoga mereka bisa main lepas dan fokus.
Kenapa selalu kalah dari bola mati? Ini pattern pola yang harus segera diperbaiki.
Vietnam pasti siap tempur juga. Tapi kalau main seperti lawan Malaysia, kita punya hope harapan.
Kurniawan benar, mental lebih penting dari hasil. Pemain ini aset masa depan.
Peluang memang narrow sempit, tapi bukan berarti tidak ada. Semangat Garuda Muda!