Sempat Unggul, Timnas Putri Indonesia Dibantai Kongo 1-7 Setelah Main 10 Pemain
Timnas Putri Indonesia harus menelan pil pahit di laga pembuka FIFA Series 2026 setelah kalah telak 1-7 dari Kongo di Stadion Ratchaburi FC, Minggu (12/4/2026). Meski sempat unggul lebih dulu lewat gol early Claudia Scheunemann pada menit ke-7, semangat tim justru terpukul setelah harus bermain dengan 10 pemain menyusul kartu merah yang diterima salah satu bek tengahnya.
Kongo, yang sebelumnya tidak diunggulkan, langsung menunjukkan pressure tinggi selepas kebobolan. Mereka menyamakan skor melalui Kanjinga Merveille di menit ke-23, lalu menambah dua gol sebelum babak pertama berakhir lewat Mawete Flavine (29') dan Kasaj Mariene (45+6'). Gol penalti Merveille di menit ke-59 membuka wave serangan kedua, disusul gol dari Massombo Olga (52'), Mawete Flavine (72'), dan Jeannetta Feza (82').
Sebelum insiden kartu merah, Indonesia sebenarnya tampil menjanjikan dengan serangan steady . Pada menit ke-4, Claudia hampir membuka gol setelah menerobos pertahanan Kongo, namun terjatuh saat melepaskan tembakan. Bola muntah dimanfaatkan oleh Sheva Imut, tetapi tendangannya melesat wide di atas gawang. Beruntung, wasit memutuskan untuk meninjau lewat VAR dan akhirnya memberikan penalti setelah pemain Kongo terbukti melakukan pelanggaran.
Kekalahan ini bukan hanya soal skor, tapi juga soal confidence dan resilience di tengah kesulitan. Dengan hasil ini, Indonesia akan menghadapi tim yang kalah dari pertandingan Thailand vs Kaledonia Baru. Pertanyaan besar kini menggantung: mampukah mereka bangkit dari defeat besar dan menunjukkan perubahan quickly ?
Main 10 pemain dari menit berapa? Kalau dari awal babak kedua, itu huge beban banget buat tim yang sudah tertekan.
VAR menyelamatkan kita di awal, tapi kita gagal mempertahankan momentum. Gol pertama harusnya jadi pemicu, bukan akhir dari agresi kita.
Kita terlalu cepat kehilangan emosi. Begitu dapat kartu merah, permainan langsung collapse runtuh. Butuh pelatih yang bisa bangun mental lagi.
7 gol kebobolan? Itu bukan cuma masalah pemain belakang, tapi system sistem pertahanan yang gagal total.
Claudia main bagus, tapi dia butuh support dukungan lebih dari rekan-rekannya. Jangan sampai satu-satunya harapan di tim.
FIFA Series ini jelas exposure panggung besar, tapi apakah kita benar-benar siap? Atau cuma jadi tim pelengkap?