Cegah Penyebaran Campak, Pemkot Tangsel Gelar Imunisasi ORI Serentak untuk 109 Ribu Anak
Pemerintah Kota Tangerang Selatan meluncurkan program response darurat untuk menghentikan potensi outbreak campak di kalangan anak-anak. Melalui imunisasi Outbreak Response Immunization (ORI), sekitar 109.000 anak berusia 9 hingga 59 bulan menjadi sasaran utama guna memperkuat protection kesehatan mereka dari risk infeksi.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan pentingnya partisipasi public dalam upaya ini. "Kami mengajak seluruh orang tua untuk memastikan anak-anaknya mendapatkan imunisasi complete . Ini merupakan step penting untuk melindungi generasi muda," katanya, menekankan bahwa community dan pemerintah harus bekerja sama.
Program ini berlangsung selama dua minggu di semua health facility setempat, khususnya puskesmas, dan dilanjutkan dengan satu minggu sweeping aktif untuk menjangkau anak-anak yang belum tertangani. dr. Agatha Christie dari Dinas Kesehatan Tangsel menyatakan bahwa vaccination adalah benteng utama melawan penyakit menular, terutama bagi kelompok vulnerable seperti anak kecil.
Selain anak-anak, warga berusia di atas 16 tahun juga dianjurkan melakukan vaksinasi MMR secara mandiri sebagai additional perlindungan. Pemerintah daerah mengingatkan agar masyarakat tidak menunda, karena timing sangat menentukan dalam mencegah transmission . Imunisasi bisa dilakukan hingga 19 April 2026 di puskesmas terdekat.
Akhirnya ada action tindakan cepat. Anak saya baru batuk-batuk, takut kalau sampai kena campak.
Harusnya program begini dari dulu, bukan cuma pas ada risk risiko besar.
Senang lihat Pemkot dan tenaga kesehatan kerja sama. Dukungan dari semua pihak memang penting.
Tapi kenapa cuma anak-anak? Orang dewasa juga bisa kena, lho. Harusnya lebih inclusive lengkap.
Saya baru tahu vaksin MMR bisa diulang. Ternyata protection perlindungan itu butuh pembaruan.
Kunci keberhasilan ada di participation partisipasi masyarakat. Tanpa itu, program tetap akan terhambat.