Dari Elit BUMN ke Viral di Tikungan Maut, Siapa 3 Komisaris Pusri? Termasuk Arteria Dahlan
Tiga komisaris PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) — Siti Nurizka Puteri Jaya, Arteria Dahlan, dan Bambang Supriyambodo — tiba-tiba berada di bawah sorotan tajam setelah video perjalanan mereka di jalur ekstrem Sitinjau Lauik menyebar luas. Aksi yang terlihat risk ini memicu gelombang kritik, bukan hanya soal keselamatan, tetapi juga soal public trust terhadap elit BUMN.
Arteria Dahlan, politisi PDIP dan mantan anggota DPR, dikenal vokal dan kerap memicu controversy . Karier politiknya yang penuh warna membuat sosoknya mudah dikenali, tapi justru kehadirannya dalam video ini menimbulkan pressure lebih besar. Dalam konteks publik, setiap gerak seorang pejabat kini langsung dianggap sebagai representation dari institusi yang diwakilinya.
Siti Nurizka, sebagai female leader di posisi Komisaris Utama, membawa simbol kemajuan. Namun, posisinya yang strategis juga membuatnya rentan terhadap public scrutiny . Di tengah sorotan, langkahnya di jalan berbahaya itu dipandang bukan sekadar pilihan pribadi, melainkan decision yang bisa memengaruhi citra BUMN secara luas.
Di sisi lain, Bambang Supriyambodo, yang dikenal sebagai rekan lama Jokowi dari aktivitas naik gunung, menunjukkan bagaimana figur di balik layar bisa tiba-tiba menjadi sorotan. Kasus ini mengungkap change besar dalam dinamika publik: di era digital, satu momen viral bisa mengalahkan reputation puluhan tahun. Opini publik kini menjadi penilai utama, bahkan tanpa proses resmi.
Jalan Sitinjau Lauik itu memang dangerous berbahaya, apalagi kalau tidak hati-hati. Tapi yang lebih risk riskan itu citra BUMN kalau pejabatnya main-main di tempat seperti itu.
Arteria dari dulu suka cari perhatian, sekarang malah bawa-bawa institution institusi ke dalam controversy kontroversi. Nggak etis banget.
Siti Nurizka justru punya potential potensi besar sebagai panutan perempuan di dunia korporasi, tapi kenapa malah ikut-ikutan aksi reckless sembrono begini?
Bambang teman lama Jokowi? Baru tahu. Tapi kalau dulu kena tegur karena petik edelweiss, sekarang malah public figure figur publik yang kena tegur karena gaya hidupnya.
Ini bukan soal boleh atau enggak lewat situ. Tapi public officials pejabat publik harus sadar bahwa setiap action tindakan mereka dinilai lebih berat.
Satu video viral, langsung hancur reputation reputasi. Dunia sekarang cepat banget berubah, quickly cepat banget.