Iran Dirikan Penghalang Besar di Fasilitas Nuklir Bawah Tanah, Tegangan dengan AS-Israel Memuncak

tension di Timur Tengah kembali memanas setelah laporan terbaru menyebut Iran sedang membangun massive di kompleks nuklir bawah tanah Isfahan. Langkah ini muncul sebagai response terhadap ancaman operasi darat dari Amerika Serikat atau Israel yang ingin merebut cadangan uranium yang telah diperkaya hingga tingkat tinggi. Fasilitas ini dianggap sebagai salah satu jantung program nuklir Iran, membuat setiap move strategis di sana menjadi sorotan global.

Citra satelit menunjukkan tiga pintu terowongan utama kini tertutup oleh tanggul tanah, pagar, dan tumpukan puing. Menurut analis dari Institute for Science and International Security (ISIS), penghalang ini tidak dirancang agar fasilitas tak tertembus, tetapi untuk slow down dan meningkatkan risk bagi pasukan penyerbu. Waktu tambahan ini bisa memberi Teheran kesempatan untuk launch serangan balasan sebelum uranium hilang dari tangan mereka.

Isfahan diduga menyimpan sekitar 400 kilogram uranium diperkaya, hampir separuh dari total cadangan nasional. Bahan ini merupakan komponen krusial untuk senjata nuklir—hanya 200 kilogram yang dibutuhkan untuk membuat hingga lima hulu ledak. Dengan highly enriched disimpan dalam fasilitas bawah tanah, operasi militer untuk merebutnya akan menjadi salah satu yang paling dangerous di era modern, mengharuskan pasukan asing menggali selama berhari-hari di bawah ancaman serangan rudal dan udara.

Dari Washington dan Tel Aviv, pressure terus meningkat. Presiden AS Donald Trump bersikeras bahwa perang belum berakhir sampai Iran menyerahkan apa yang ia sebut sebagai 'debu nuklir'. Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa opsi militer 'tetap di atas meja'. Para ahli militer memperingatkan bahwa meskipun penghalang di Isfahan bisa dibongkar, setiap menit di permukaan exposes , dan keputusan untuk menyerbu harus mempertimbangkan consequences regional yang bisa meluas dengan cepat.

Komentar 6

  • D
    DediW

    Mereka tahu operasi darat itu risky , tapi tetap jalanin? Ini bukan cuma soal uranium, tapi soal dominasi regional.

  • A
    AnitaL

    Setiap barrier yang dibangun di permukaan itu seperti teriakan diam-diam: jangan coba-coba. Tapi justru itu yang bikin situasi makin tense .

  • B
    BimaS

    400 kg uranium diperkaya? Itu sudah sangat dekat dengan ambang senjata nuklir. Dunia harusnya lebih waspada dari sekarang.

  • F
    FajarK

    Yang lucu itu AS bilang 'debu nuklir', padahal mereka punya ribuan hulu ledak. Kemunafikan geopolitik kelas atas.

  • T
    TaniaR

    Bayangin pasukan harus menggali berhari-hari di bawah ancaman missile strike . Itu bukan operasi, itu bunuh diri terencana.

  • A
    AdiN

    Kalau sampai terjadi serbuan, siapa yang akan support Iran? Rusia? China? Atau justru semua hanya diam dan lihat dari jauh?