Iran Tegaskan Tidak Percaya pada AS: Diplomasi di Ujung Tanduk

Ketegangan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, secara terbuka menyatakan bahwa trust terhadap AS hampir tidak ada. Dalam unggahannya, Zarif menegaskan bahwa negotiation tidak bisa berjalan hanya berdasarkan syarat satu pihak. "Tepat sekali," tulisnya, "tidak ada negosiasi – setidaknya dengan Iran – yang akan berhasil berdasarkan 'syarat kami/Anda'."

Zarif menekankan bahwa AS harus belajar untuk tidak dictate kebijakan kepada negara lain. "Anda tidak bisa mendikte syarat kepada Iran. Belum terlambat untuk belajar," katanya, meski dengan nada yang menyiratkan pressure diplomatik yang terus menguat. Pernyataan ini muncul di tengah upaya internasional untuk membuka kembali saluran dialog, meskipun keengganan dari kedua belah pihak masih terasa jelas.

Melansir Al Jazeera, proses diplomasi memang selalu memakan waktu, dan meskipun belum ada breakthrough besar, beberapa kemajuan kecil telah tercapai. AS mengirimkan delegasi tingkat tinggi, termasuk Wakil Presiden dan utusan khusus untuk Timur Tengah. Namun, kehadiran Steve Witkoff dan Jared Kushner menimbulkan concern , karena keduanya dianggap tidak sepenuhnya selaras dengan pendekatan diplomatik tradisional.

Pakistan, yang turut membantu menjaga jalur komunikasi tetap terbuka, menyatakan bahwa dialog belum berakhir. Ada harapan bahwa setelah Wakil Presiden JD Vance kembali ke Washington dan berdiskusi dengan pemerintahan, decision baru bisa diambil. Bagi banyak pihak, stabilitas kawasan masih bergantung pada kemampuan kedua negara untuk mengatasi mistrust yang telah mengakar selama puluhan tahun.

Komentar 6

  • B
    BudiWira

    Mendikte itu memang selalu jadi masalah. AS sering lupa bahwa negara lain punya dignity .

  • S
    SitiLela

    Jadi siapa yang sebenarnya mewakili AS? Kushner itu menantu presiden, bukan diplomat. Ini bukan official banget rasanya.

  • P
    PakDosenIR

    Zarif tahu betul soal posisi tawar. Dia memanfaatkan tekanan global untuk menekan balik.

  • R
    RiskiJaya

    Kalau nggak ada kepercayaan dari awal, apapun yang dibahas ya pasti buntu. trust itu dasar.

  • N
    NinaKompas

    Pakistan jadi penengah? Menarik. Tapi jangan sampai jadi wakil tanpa mandat jelas.

  • D
    DediNews

    Mereka semua bilang 'belum terlambat', tapi change nyata kapan? Sudah puluhan tahun begini.