Dua Hari ARA, Emiten Ini Ternyata Ganti Pengendali
Dua hari berturut-turut, saham PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk (BIKE) menyentuh batas price tertinggi harian atau auto reject atas (ARA). Di balik kenaikan ini, terungkap perubahan besar dalam struktur kepemilikan: control perusahaan resmi berpindah tangan setelah akuisisi saham mayoritas melalui mekanisme pasar negosiasi di BEI.
PT Penajam Makmur Jaya (PMJ) kini menguasai 921,5 juta saham atau 71,22% dari total saham yang ditempatkan. Transaksi ini melibatkan pengalihan saham dari keluarga Mulyadi—Andrew, Henry, dan Stephen—kepada PMJ pada 15 April 2026. Sebagai konsekuensi hukum, PMJ wajib melaksanakan Penawaran Tender Wajib kepada pemegang saham minoritas sesuai aturan POJK Nomor 9/2018.
Yang menarik, PMJ juga tercatat sebagai pemilik PT Menn Teknologi Indonesia Tbk (MENN), meskipun dengan klaim ownership yang tampak terpisah. UBO (ultimate beneficial owner) PMJ adalah Yayasan Nazar Foundation milik Muhammad Nazaruddin, sementara UBO MENN disebutkan sebagai Sarah Sartika Putri—dengan penegasan eksplisit bahwa keduanya tidak memiliki affiliation .
Perubahan control ini bukan sekadar pergeseran nama, tapi bisa membawa change strategi bisnis, arah investasi, dan market bereaksi cepat. Investor kini mengamati apakah langkah ini bagian dari reorganisasi jangka panjang atau hanya spekulasi jangka pendek. Dengan saham terus mendapat pressure beli, tekanan untuk menjaga kepercayaan publik pun naik quickly .
Harga saham langsung melesat, tapi saya masih waspada. Perubahan pengendali sering bawa risk risiko tersembunyi kalau tidak tahu latar belakang UBO-nya.
Jadi PMJ punya BIKE dan MENN, tapi klaim UBO-nya terpisah? Kelihatan seperti upaya pisah antara control pengendalian dan tanggung jawab. Harusnya OJK lebih teliti.
ARA dua hari itu sinyal kuat. Pasar merespons cepat, tapi public trust kepercayaan publik butuh lebih dari sekadar kenaikan harga.
Ingat kasus serupa tahun lalu? Setelah ARA beruntun, malah terjadi penjualan besar-besaran. Kita butuh report laporan keuangan terbaru sebelum ambil keputusan.
Kalau mereka serius bawa perubahan, kenapa tidak langsung umumkan rencana strategisnya? Ini terasa lebih seperti move langkah spekulatif.
Yang penting bagi pemegang saham kecil: apakah Penawaran Tender Wajib nanti adil? Jangan sampai minoritas jadi korban pressure tekanan mayoritas.