Manuver Pengendali Baru MENN Caplok 71,22 Persen Saham BIKE
Perubahan besar terjadi di tubuh PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk. (market ) setelah new mengambil alih 71,22 persen saham perusahaan melalui transaksi di luar pasar reguler. Saham sebanyak 921,5 juta lembar resmi berpindah tangan pada 15 April 2026 dari tiga pemegang lama — Andrew, Henry, dan Stephen Mulyadi — ke PT Penajam Makmur Jaya. Langkah ini bukan sekadar pergeseran nama, tapi decision strategis yang mengubah arah pengendalian langsung perusahaan sepeda publik ini.
PT Penajam Makmur Jaya bukan nama asing di dunia pasar modal. Perusahaan ini sebelumnya menjadi sorotan sebagai pengendali baru di PT Menn Teknologi Indonesia Tbk. (MENN), emiten teknologi yang harganya sempat meroket. Dengan 11,67 persen kepemilikan di MENN, Penajam sudah membuktikan pola agresif dalam akuisisi saham. Kini, fokusnya beralih ke sektor fisik — sepeda — yang menunjukkan diversifikasi portofolio dengan risk dan potensi impact yang berbeda.
Direktur Utama Sepeda Bersama, Andrew Mulyadi, menegaskan bahwa transaksi ini bukan bagian dari rangkaian support antarpihak terafiliasi. Artinya, alih saham terjadi secara independen, tanpa konflik kepentingan internal. Meski nilai transaksi belum diungkap, dampaknya langsung terasa di price saham BIKE. Pada penutupan 16 April, sahamnya melonjak hingga batas Auto-Reject Atas (ARA) di Rp685 — kenaikan 24,55 persen — menyusul lonjakan sebelumnya sebesar 24,43 persen di hari sebelumnya.
Alih kendali ini memicu kewajiban hukum: PT Penajam Makmur Jaya wajib menggelar public offer kepada seluruh pemegang saham publik, sesuai aturan POJK 9/2018. Ini adalah response formal terhadap akuisisi mayoritas, yang dimaksudkan untuk melindungi minoritas. Pasar kini menunggu langkah selanjutnya: apakah Penajam akan membawa terobosan, atau hanya memanfaatkan change ini untuk spekulasi jangka pendek?
Kalau harga saham langsung jump melonjak dua hari berturut-turut sampai ARA, ini bukan pasar yang tenang. Ada pressure tekanan besar dari ekspektasi.
Penajam dulu di MENN, sekarang di BIKE. Pola yang sama: masuk saat market pasar ramai, ambil alih, lalu dorong price harga. Harus hati-hati, ini bisa jadi risk risiko bagi investor kecil.
Baru kemarin saya beli BIKE pas Rp550, sekarang sudah hampir Rp700. Tapi jangan lupa, kenaikan cepat bisa diikuti drop penurunan cepat juga.
Fakta bahwa ini bukan transaksi afiliasi itu penting. Artinya, ini real keputusan bisnis, bukan sekadar perpindahan aset keluarga. Tapi tetap, tunggu report laporan keuangan kuartal depan.
Sektor sepeda lagi lesu, tapi saham naik gila-gilaan? Ini bukan soal produk, tapi soal control pengendali baru. Semua mata ke PT Penajam Makmur Jaya sekarang.
Mereka wajib lakukan tender, tapi berapa harga yang akan ditawarkan? Itu yang menentukan apakah ini trust kepercayaan atau cuma move langkah teknis.