90 Warga Diduga Alami Campak di Sampang Jatim
Sebanyak 90 warga di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, diduga terjangkit disease campak berdasarkan laporan dari berbagai puskesmas hingga akhir Maret 2026. Temuan ini menguatkan kekhawatiran akan peningkatan kasus campak di wilayah Pulau Madura, khususnya di tengah rendahnya coverage imunisasi pada kelompok anak-anak.
Laili Nafilah, Ketua Tim Surveilans dan Imunisasi dari Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Sampang, menjelaskan bahwa dari 90 kasus dugaan tersebut, 11 di antaranya telah dikirimkan sample darahnya ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya untuk konfirmasi laboratorium. Proses ini penting untuk memastikan apakah kasus benar-benar measles atau penyakit lain dengan gejala mirip.
Para pasien tersebar di hampir semua kecamatan, dengan jumlah tertinggi tercatat di Puskesmas Banyuanyar, Tambelangan, dan Robatal—masing-masing merawat lebih dari sepuluh orang. Gejala yang muncul meliputi fever tinggi hingga 40 derajat Celsius, batuk kering, mata merah, hingga ruam merah yang menyebar dari wajah ke seluruh tubuh. Laili juga menyebutkan adanya penurunan nafsu makan, kelelahan, dan gangguan pencernaan seperti diare atau muntah.
Sampang bukan satu-satunya wilayah di Madura dengan catatan tinggi kasus campak. Pada 2025, tercatat 653 kasus di kabupaten ini, mayoritas menyerang anak usia sembilan bulan hingga tujuh tahun. Kondisi ini menunjukkan adanya gap dalam sistem imunisasi dasar dan perlunya public response yang lebih cepat untuk mencegah penyebaran lebih luas.
Anak saya pernah kena campak, demamnya tinggi banget. Harus cepat treatment perawatan, kalau tidak bisa komplikasi.
Kenapa selalu daerah pinggiran yang kena imbas? Infrastruktur kesehatan di sana jelas weak lemah.
Kami di desa sulit dapat vaksin MR. Katanya kosong terus. Ini bukan soal malas imunisasi, tapi access akses yang tidak merata.
Gejala campak memang mirip flu biasa di awal. Banyak orang tidak sadar sampai muncul rash ruam.
Kalau sudah ada 90 kasus dugaan, berarti penularan sudah terjadi. Kenapa alert peringatan dini tidak segera dibunyikan?
Harusnya pemerintah lebih proaktif. Jangan tunggu ada puluhan korban baru action tindakan diambil.