Dinkes catat 281 ribu anak di Aceh tak terima imunisasi lengkap
Dinas Kesehatan Aceh mencatat new report yang mengkhawatirkan: sebanyak 281.984 anak di seluruh provinsi itu tidak menerima imunisasi lengkap selama lima tahun terakhir (2021–2025). Angka ini bukan hanya statistik, tapi sinyal risk besar bagi kesehatan generasi muda. Menurut dr Iman Murahman, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Aceh, anak-anak tanpa riwayat imunisasi sejak bayi hingga usia lima tahun sangat vulnerable terhadap penyakit mematikan seperti campak.
Daerah dengan angka tertinggi anak yang tidak diimunisasi adalah Pidie, Aceh Utara, dan Bireuen—masing-masing menyumbang lebih dari 30 ribu kasus. Bahkan, dari Januari hingga Maret 2026 saja, Aceh sudah mencatat 724 kasus campak, dan tren ini diperkirakan akan terus naik. Tekanan pada sistem kesehatan semakin besar karena belum ada upaya masif untuk mengejar ketinggalan imunisasi. Kepercayaan publik terhadap vaksin menjadi salah satu hambatan utama, terutama akibat ketakutan berlebihan terhadap efek samping.
Secara nasional, capaian imunisasi lengkap di Aceh berada di peringkat 37 dari 38 provinsi, dengan hanya 1,9 persen anak yang berhasil diimunisasi lengkap pada awal 2026. Angka ini menunjukkan change yang sangat lambat dan mengkhawatirkan. Meski ada upaya dari Dinkes untuk menggandeng pemerintah daerah dalam kampanye edukasi, banyak wilayah masih sulit menembus community yang skeptis. Di Aceh Tengah dan Aceh Tenggara, dukungan pemerintah daerah telah membawa impact positif, namun daerah lain masih tertinggal jauh.
Langkah selanjutnya melibatkan pendekatan intensif di kabupaten dengan capaian terendah, seperti Pidie dan Bireuen, dengan harapan bisa meningkatkan cakupan imunisasi sebelum akhir tahun. Namun, tantangan utamanya tetap pada decision orang tua. Tanpa perubahan sikap dan peningkatan edukasi, upaya kesehatan masyarakat akan terus menghadapi barrier serius. Setiap anak yang tidak diimunisasi bukan hanya kehilangan perlindungan, tapi juga menjadi potensi penyebar penyakit bagi yang lain.
281 ribu anak? Angka ini shocking mengagetkan. Harusnya pemerintah lebih cepat bertindak sejak dulu.
Saya sempat takut juga mau imunisasi anak, tapi setelah baca banyak information informasi dan konsultasi dokter, saya sadar manfaatnya jauh lebih besar.
Ini bukan cuma soal fasilitas, tapi soal awareness kesadaran. Banyak orang tua di desa masih percaya mitos.
Di daerah saya, posyandu jalan rutin, tapi yang datang cuma separuh. Kepercayaan pada petugas kesehatan perlu dibangun lagi.
Pemerintah daerah harus lebih serius. Dukungan dari bupati bisa ubah banyak hal, lihat di Aceh Tengah.
Campak itu bukan penyakit sepele. Bisa sebabkan komplikasi otak dan kematian. Vaksinasi adalah benteng terakhir kita.